Al-Tsaqafah Melepas Santrinya Ke Mesir

JAKARTA. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyelenggarakan pelepasan kader – kader terbaiknya di Pondok Pesantren Luhur AL-TSAQAFAH untuk melanjutkan pendidikannya di Al-Azhar Syarif Kairo, Mesir pada Hari Selasa (27/19).

Dalam pelepasan  Calon Mahasiswa Baru (CAMABA) ini, Abuya Said Aqil Siroj memberikan arahan dan doa kepada seluruh mahasiswa Al-Azhar, beliau berpesan kepada seluruh CAMABA, khususnya kepada santri Al-Tsaqafah agar bisa menyerap seluruh ilmunya orang Mesir.

” Kalian nanti ketika sudah di Mesir, jangan sampai pulang sebelum bisa menghabiskan seluruh ilmunya orang Mesir dan harus di ingat, ketika pulang bawa ilmunya tapi jangan bawa budayanya” Ucap beliau.

Dalam arahan terakhirnya beliau menambahkan bahwa, kunci dari kesuksesan kalian dalam belajar adalah sabar.

” Kalian nanti ketika belajar, pasti akan menemukan rasa bosan, seperti saya dulu ketika 13 tahun di Makkah, rasa bosan selalu menyertai saya, namun yakinlah bahwa Ilmu yang sedang kalian cari kelak akan membuat kalian Mulia di dunia dan akhirat” tambahnya.

Sebelum Abuya Said Aqil menutup acara dengan Doa, beliau memberikan ijazah pembacaan surat Waqiah kepada seluruh CAMABA dan kepada seluruh peserta yang hadir.

Dari 29 daftar peserta CAMABA Al-Azhar, ada tiga santri Al-Tsaqafah yang akan menyusul alumni angkatan pertama yang sudah tiga tahun menjadi Mahasiswa Al-Azhar. Adapun tiga orang tersebut adalah: – Aghniya Syarifah, l Sarah Rizkisakinah dan aufi Aulia Rulfi.

Acara tersebut, dihadiri juga oleh seluruh santri dan dewan guru Al-Tsaqafah serta Wali Santri Calon Mahasiswa Al-Azhar. Pengiriman santri Al-Tsaqafah ke berbagai belahan dunia meneruskan tradisi intelektual muslim pada abad keemasannya.

Tanpa semangat belajar dan kerelaan untuk meninggalkan kampung halaman, tidak akan ada peradaban (Taaqafah). Tanpa semangat belajar, seperti teknologi tanpa algoritma, maka tidak akan ada masa depan.