Hai Nan Indonesia Buka Puasa Bersama Santri Al Tsaqafah

Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Buya Said Aqil Siroj menerima rombongan Perhimpunan Hai Nan Indonesia dan Yayasan Hai Nan Jakarta pada Kamis (18/5).

Sebanyak 32 anggota Perhimpunan Hai Nan hadir dalam agenda Buka Bersama dan Penyerahan Bingkisan Lebaran yang dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah.

Pada kesempatan ini, Abraham Leo, Ketua Umum Perhimpunan Hai Nan Indonesia sedikit memaparkan sejarah tentang masuknya suku Hai Nan ke Indonesia. Beliau juga menawarkan beasiswa pada santri Al-Tsaqafah untuk belajar di Hainan, China.

“Bagi santri yang ingin belajar bahasa Mandarin, saya tawarkan beasiwa ke Hainan, gratis. Termasuk uang makan, tempat tinggal, dan uang saku sebesar 1500 Yuan atau sekitar 3 juta perbulan,” ujarnya seraya disambut tepuk tangan para santri.

Beliau juga memotivasi santri untuk senantiasa ulet dan tidak takut gagal, “kalau usaha pasti ada gagalnya, tapi jika tidak ada usaha maka tidak akan ada hasil,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Hai Nan Jakarta, Chia Apeng terkesan dengan lingkungan Al-Tsaqafah. Menurutnya, tata ruang Al-Tsaqafah sangat nyaman. Dalam sambutannya, beliau beliau juga memberikan pesan pada santri agar menuntut ilmu setinggi-tingginya dan mengamalkannya kelak di masa depan.

Dalam sambutannya, Buya Said mengungkapkan akan terus membangun persaudaraan yang erat antara Nahdlatul Ulama, khususnya Al-Tsaqafah dengan Tionghoa, “karena kita telah berbaur lama, tidak ada perbedaan antara pribumi dan pendatang,” ujar Buya Said.

Selain itu Buya Said juga berpesan agar bangsa Indonesia, khususnya warga NU dan Perhimpunan Hai Nan agar senantiasa memperkuat karakter dan budaya bangsa karena marwah bangsa tergantung martabat budayanya, dan bangsa akan hancur kalau kehilangan karakter budayanya. (Ayu Elok/Fahmi Dzul)