PANCASILA; Segudang Kebenaran

Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah bekerja sama dengan MPR RI menyelenggarakan sosialisasi empat pilar kebangsaan, yang mencakup Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara serta Ketetapan MPR, NKRI sebagai Bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara. Acara ini dilaksanakan pada Selasa (10/11) di Aula Utama Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah.

Pembicara pada acara sosialisasi ini adalah Bapak Syaifullah Tamliha S. Pi. MS, anggota DPR RI Fraksi PPP Komisi I, yang membidangi urusan intelijen, luar negeri, komunikasi, dan Informatika. Hadir pula Prof. Dr Said Aqil Siroj, MA selaku pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah serta seluruh dewan guru dan santri.

Dalam arahanya, Kiai Said menjelaskan tentang peran penting pancasila sebagai asas tunggal bangsa dan tentang peran NU dalam melahirkan dan mengawalnya.

“Kelahiran Pancasila merupakan berkah dari andil NU, yang diwakili oleh kiai Wahid Hasyim. Sekalipun saat itu sempat menuai perdebatan pada sila pertama, Kiai Wahid Hasyimlah yang mengusulkan “Ketuhanan yang Mahaesa”. Kemudian pada Muktamar NU 1984 di Situbondo, NU menerima Pancasila sebagai asas tunggal dalam bernegara,” jelas Buya.

Buya Said juga menambahkan bahwa Pancasila merupakan pembeda Indonesia dengan negara di Timur Tengah dan lainnya.

“Kenapa mereka terus-terusan terjebak dalam konflik berkepanjangan? Ya karena sampai saat ini mereka belum mampu mengkompromikan antara unsur sya’biyah (kerakyatan), wathoniyah (kabangsaan), dan qaumiyyah (nasionalisme) dengan syariah dan aqidah. Kalau di kita, itu semua sudah selesai dengan adanya Pancasila,” imbuhnya.

Sementara itu, pembicara utama, Bapak Syaifullah Tamliha, menjelaskan konsep trias politika dan empat pilar kebangsaan secara global. Syaifullah menyimpulkan bahwa penghayatan nilai Pancasila saat ini adalah dengan berani bersikap benar.

“Salah satu sikap yang terlihat dari pengamal pancasila adalah, mereka berani menggenggam segudang kebenaran dibandingkan segenggam kekuasaan”, simpulnya.

Acara sosialisasi ini diakhiri dengan penyerahan cendramata dari Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah yang diwakili oleh Abuya Said Aqil Siroj kepada MPR RI, yang diwakili oleh H. Syaifullah Tamliha S. Pi, MS. (Nizar Idris)