Selama bulan suci Ramadhan, pesantren – pesantren NU menyelenggarakan aktivitas rutinan yang disebut ngaji pasaran atau pasanan. Tak terkecuali Ponpes Luhur al-Tsaqafah. Ngaji pasaran adalah pengajian dengan sistem membacakan dan menjelaskan isi kitab tertentu sampai khatam. Tujuan utamanya adalah mencari keberkahan khataman.
Tercatat ada sekitar 14 kitab yang dibacakan di bulan Ramadhan tahun ini. Dua di antaranya diasuh langsung oleh pengasuh Ponpes Luhur Al-Tsaqafah, Prof. Dr. Sa’id Aqil Siraj MA, yaitu Qasidah Burdah dan Maulid Barzanji setiap bakda Subuh. Sisanya dibacakan oleh para ustaz.
Dalam disiplin ilmu nahwu, ada kitab al-Jurumiyah dan al-‘Imrithi. Disiplin fiqih ada kitab Sullamut Taufiq dan Riyadh al-Badhiah. Disiplin ilmu akidah, Kifayatul Awwam dan Fathul Majid. Akhlak, kitab Ta’limul Mutaallim, Washoya Aba’ Lil Abna’ dan Adabul ‘Alim wal Mutaallim. Juga disiplin lain seperti Arbain Nawawi, al-Qawaid al-Asasiyah fi ‘Ulumil Qur’an, at-Tibyan fin Nahyi ‘an Muqothoatil Arham, dan Khulashoh Nurul Yaqin.
Koordinator ngaji pasaran, Kang Akrom Halimi, S.Pd.I mengungkapkan, ngaji pasaran tahun ini beda dengan tahun-tahun sebelumnya, sebab para santri berjuang membagi waktu di tengah kesibukan menghadapi ujian akhir Penilaian Kenaikan Kelas (PKK).
“Inilah jihad santri Al-Tsaqafah yang sesungguhnya, mengisi ibadah puasa dengan aktivitas keilmuan”, ujarnya.
Program ngaji pasaran berakhir pada 23 Ramadhan, dua hari sebelum para santri kembali ke rumahnya masing-masing untuk berlibur selama sebulan penuh.
Reporter: Dzul Fahmi
Pengajar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

