Puisi

Aku, Diriku, dan Rabbmu

Apa yang kau cari, Diriku? Bukankah kau sudah punya aku? Jangan terlalu banyak melihat keluar! Makhluk itu tabir yang menutupimu dari dirimu Dan dirimu adalah tabir yang menutupimu dari Rabbmu Selama kau hanya memperhatikan makhluk, Maka kau tak akan pernah mengenali dirimu Dan selagi kau hanya memandang dirimu, Maka kau tak akan pernah mengenali Rabbmu

Aku, Diriku, dan Rabbmu Read More »

Kutitipkan Hatiku Kepadamu

Sekarang kumerindu sosok kekasih yang selalu aku rindu Kata-kata rindu tak mampu membuatku tidak rindu Dariku yang merindukanmu setiap waktu sepanjang hariku Sebagai seorang yang merindu, aku selalu menunggu Insan ini merindu kekasih yang sangat dirindu dalam kalbu Gagal untuk tak merindu semakin membuatku rindu Ini rindu dariku untuk dirimu yang selalu buatku rindu  

Kutitipkan Hatiku Kepadamu Read More »

Siapa Aku?

Hijaunya daun yang kupandang setiap waktu tak lepas dari daun yang berjatuhan di tanah. Hanya sedikit yang kuberikan kepadamu, secercah harapan yang selalu terbawa sampai jiwaku tertidur dalam mimpi.   Lukisan jiwaku yang masih terabadikan… Pernah aku belajar kepada api, tapi yang kurasakan hanyalah panas yang membakar diri. Pernah aku belajar kepada angin, tapi yang

Siapa Aku? Read More »

Berpikirlah Tentang Garuda

Satu Juni, dasar negara dilahirkan Para pendiri bangsa bangga akan Pancasila Tampak elok dalam bingkai kelas Mencengkeram Bhinneka Tunggal Ika dengan keras, Sejenak aku berpikir Kutatap lamat-lamat burung Garuda itu Satu, aku merasa belum religius Badanku penuh dosa dan hina Dua, sikap subjektifku merongrong penuh angkara Akhlakul karimah, engkau di mana? Sejenak aku merenung Maafkan

Berpikirlah Tentang Garuda Read More »

Jejak Cinta di Padang Pasir

Di bentangan heningnya gurun yang tak berirama Jejakmu mengukir kisah cinta yang abadi Bukan sekadar jejak di pasir fana Akan tetapi risalah langit yang luruh ke bumi   Cakrawala menangis kala kau bersujud Bintang-bintang tersipu malu tak seindah nur di wajahmu Engkau mengembara dalam badai, tapi tak menggigil ragu Karena dalam dadamu, wahyu Ilahi menari

Jejak Cinta di Padang Pasir Read More »

Untuk Ibu yang Telah Pergi

Di setiap langkah yang kujalani Kau tak bisa selalu menemani Karna kau telah pergi untuk selamanya Tinggal kami semua Hari demi hari Sudah semestinya waktu terus berganti Telah genap 13 tahun hari ini Kau pergi dan tak kan kembali Waktu kita yang singkat Dan segala memori yang kita buat Tak kan ku biarkan menghilang Memori

Untuk Ibu yang Telah Pergi Read More »

Dunia

Kehidupan datang bagaikan gelombang Yang terkadang membuatku merasa di belakang Atau membuatku merasa menjadi Sang Pemenang Yang hidup dengan damai nan tenang Kemudian datang bagaikan warna Menghiasi kehidupan ini yang fana Walaupun fana tetap saja ada yang hina Dengan penyakit hati yang tidak akan sirna Hai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna Mengapa kalian terlena?

Dunia Read More »

Sekedar Bayang-Bayangnya

Samar-samar sesaat terasa Mengejar ke depan tertarik ke belakang Berdiri tegak bertahan, menahan Tangan terkepal keras, diri bulat bertekad Tebal tipuan terbayang pahitnya Rasanya begitu terikat namun tersirat Kau ini apa? cukup lepas maka kau bebas Apa peduli kicauan burung di sekitarnya Maka apabila awan menggelap biarlah menjadi hujan Namun lagi-lagi tipuanmu membohongimu Walau hujan

Sekedar Bayang-Bayangnya Read More »

Dukaku Tuk Negeri

Mengapa tak selaras pengetahuan dan lisan Habislah kami ratusan ribuan Sebab tak berjalan sesuai perjanjian Mata bersaksi tapi bagai buta Kami bersuara tapi bagai bisu Mereka mendengar tapi bagai tuli Berharap bisa berlari mengejar negeri asing Bukan tak mampu namun terhalang Konon katanya negara berkembang Nyantanya sudah cukup terkekang Kami tahu tapi tak mengerti Kami

Dukaku Tuk Negeri Read More »