Rasa

Siapa Aku?

Hijaunya daun yang kupandang setiap waktu tak lepas dari daun yang berjatuhan di tanah. Hanya sedikit yang kuberikan kepadamu, secercah harapan yang selalu terbawa sampai jiwaku tertidur dalam mimpi.   Lukisan jiwaku yang masih terabadikan… Pernah aku belajar kepada api, tapi yang kurasakan hanyalah panas yang membakar diri. Pernah aku belajar kepada angin, tapi yang […]

Siapa Aku? Read More »

Pesan Kertas Tak Berbalas

—Juara Kedua Sayembara Cerpen altsaqafah.id 2026 Namaku Talib. Aku tengah melanjutkan tingkat pendidikanku ke jenjang aliah di Pondok Pesantren At-Tazkiyah. Pondok pesantrenku ini memang menyediakan dua jenjang, yaitu Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah yang masing-masing dijalani selama tiga tahun. Pesantrenku ini terletak di pinggiran sebelah barat daya Jakarta. Biarpun di Jakarta, At-Tazkiyah bukan pesantren seterkenal

Pesan Kertas Tak Berbalas Read More »

Air yang Keruh

—Juara Pertama Sayembara Cerpen altsaqafah.id 2026 “Kau pikir aku tidak tahu bau surga dan bau neraka, Din?” Suaraku parau, tertahan di tenggorokan, beradu dengan deru napas Udin yang memburu di sudut gelap gudang beras pesantren. Tanganku mencengkeram kerah baju kokonya yang putih bersih—sebuah ironi yang memuakkan malam ini. Di bawah telapak kakiku, berserakan tiga paket

Air yang Keruh Read More »

Berpikirlah Tentang Garuda

Satu Juni, dasar negara dilahirkan Para pendiri bangsa bangga akan Pancasila Tampak elok dalam bingkai kelas Mencengkeram Bhinneka Tunggal Ika dengan keras, Sejenak aku berpikir Kutatap lamat-lamat burung Garuda itu Satu, aku merasa belum religius Badanku penuh dosa dan hina Dua, sikap subjektifku merongrong penuh angkara Akhlakul karimah, engkau di mana? Sejenak aku merenung Maafkan

Berpikirlah Tentang Garuda Read More »

Berat Sarung di Tanah Kampung

—Juara Ketiga Sayembara Cerpen altsaqafah.id 2026 Ratusan kursi tersusun rapi di lapangan yang dinaungi tenda bergelimang hiasan dedaunan dan kelap-kelip lampu kecil di tiang-tiangnya. Langit tampak bersahabat mengembuskan napasnya, menghempaskan kelabu yang menghampiri. Tiada tampak satu pun tubuh yang diam mematung di sekitar area pondok. Seluruh orang sangat antusias menyambut hari esok yang istimewa. Di

Berat Sarung di Tanah Kampung Read More »

Masjid Baru

Kemacetan memaksaku mengendarai sepeda motor dengan sangat pelan. Lebar jalan yang kulalui terlampau sempit untuk menampung volume kendaraan yang berlalu-lalang. Lebarnya kurang lebih hanya seukuran jalan penghubung dusun di kampungku. Jalan yang lebih cocok menjadi jalan kompleks ini dipaksa menjadi jalan raya. Ironisnya, jalur ini sangat vital karena menghubungkan Jakarta—tempat para pencari kerja—dan Depok, tempat

Masjid Baru Read More »

Tafsir Surat Idza Jāa (An-Nasr) yang Tidak Diketahui Banyak Sahabat

Suasana majelis itu hening. Udara terasa khidmat, seakan-akan tiap helai napas menanti datangnya hikmah. Para sahabat senior duduk dalam lingkaran, wajah-wajah mereka menyimpan jejak perjuangan Badar, Uhud, dan Khandaq. Mereka adalah tulang punggung islam. Di antara barisan tokoh besar itu, tampak seorang pemuda. Wajahnya lembut, matanya memancarkan ketenangan sekaligus kecerdasan yang dalam. Dialah Abdullah bin

Tafsir Surat Idza Jāa (An-Nasr) yang Tidak Diketahui Banyak Sahabat Read More »

Dari Suryalaya ke Swarnadwipa

—Juara Pertama dalam Lomba Literasi Perpustakaan Al-Tsaqafah 2025 Kategori Cerpen Pelajar Putra “Bagaimana mungkin falsafah bangsa dibentuk oleh sekelompok orang yang menamakan diri mereka Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, padahal waktu itu batas wilayah Indonesia pun belum jelas, Pak?” tanya Surya. Pak Min hanya tersenyum mendengar pertanyaan anaknya. Semburan rasa bangga sedang mengaliri tiap saraf dalam

Dari Suryalaya ke Swarnadwipa Read More »

Permintaan Iyas

—Juara Pertama dalam Lomba Literasi Perpustakaan Al-Tsaqafah 2025 Kategori Cerpen Pelajar Putri Terlalu lazim untuk menulis kalimat “Pada suatu hari” di awal cerita. Tenang saja, kalimat itu tidak akan kalian jumpai karena kali ini adalah kisah nyata seorang anak bernama Iyas. Ia ditinggalkan oleh para sepupunya pergi jauh menimba ilmu di pondok pesantren. Peribahasa “tak

Permintaan Iyas Read More »

Jejak Cinta di Padang Pasir

Di bentangan heningnya gurun yang tak berirama Jejakmu mengukir kisah cinta yang abadi Bukan sekadar jejak di pasir fana Akan tetapi risalah langit yang luruh ke bumi   Cakrawala menangis kala kau bersujud Bintang-bintang tersipu malu tak seindah nur di wajahmu Engkau mengembara dalam badai, tapi tak menggigil ragu Karena dalam dadamu, wahyu Ilahi menari

Jejak Cinta di Padang Pasir Read More »