Dewasanya anak sulung terlahir dari kenyataan
Hati yang kokoh melawan segala rintangan
Mental sekuat karang menghadapi ketidakramahan lingkungan
Keterbatasan finansial bukanlah sebuah kelemahan
Ayah dan Ibu sumber utama kebahagiaan
Di saat jutaan manusia menikmati kesenangan dunia
Memenuhi gaya hidup sesuka ria
Namun diri ini berusaha sederhana
Demi sesuap nasi untuk keluarga
Daku berjuang kumpulkan rupiah
Tanpa kenal lelah
Pantang menyerah
Walau telapak tangan melepuh
Walau tubuh melemah
Tetap tangguh
Terima kasih ya Rabb, Sang Penulis skenario terbaik
Episode hidup Kau rancang dengan apik
Semua ini bukan perjalanan yang pelik
Hamba yakin akan datang pelangi setelah hujan
Satu persatu harapan dan impian terkabulkan.
Pengajar bahasa Indonesia Al-Tsaqafah. Gadis keturunan Sunda, nama Nadya Haerunisa perpaduan dari nama Ayah dan Ibu. Lahir di lingkungan yang asri nan bersahaja, Pandeglang 30 Desember 1996. Anak perempuan pertama dari 2 bersaudara. Terlahir dari keluarga sederhana, tetapi memiliki kemewahan kasih sayang di dalamnya.

