ALTSAQAFAH.ID – Pernah mendengar ungkapan mens sana in corpore sano yang bermakna di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Ungkapan tersebut sering diutarakan oleh olahragawan. Ada dua kata yang menjadi konsentrasi kita, yaitu tubuh yang sehat dan jiwa yang kuat. Artinya, ada dua komponen penting dalam tubuh manusia, yaitu fisik dan mental. Akan tetapi, tahukah kita bahwa sebenarnya yang menjadikan tubuh kita kuat adalah mental kita. Oleh karena itu, mental menjadi komponen penting dalam menjaga kesehatan tubuh.
Menurut American Psychological Association (APA), seseorang yang mengalami stres sering kali mengalami sakit perut. Lantas, bagaimana jadinya kalau seseorang mengalami stres kronis? Stres kronis yang tidak kunjung diobati mampu melemahkan tubuh dari waktu ke waktu.
Boehm, seorang peneliti di Harvard School of Public Health’s Department of Society, menyatakan bahwa individu yang paling optimis memiliki risiko sekitar 50 persen lebih rendah mengidap penyakit kardiovaskular jika dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang kurang optimis.
Dari beberapa penelitian di atas, kita harus menyadari bahwa pentingnya menjaga kesehatan mental untuk menghindari penyakit-penyakit yang bersifat fisik. Oleh karena itu, setiap individu harus mengetahui apa itu kesehatan mental dan bagaimana menjaganya.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan mental merupakan kondisi dari kesejahteraan yang disadari individu, yang di dalamnya terdapat kemampuan untuk mengelola stres dalam kehidupan sehari-hari, bekerja secara produktif, serta memberikan kontribusi di lingkungannya.
Adapun tips menjaga kesehatan mental sebagai berikut:
- Berkata dan berpikir positif
- Tuliskan hal-hal yang patut disyukuri
- Fokus pada satu hal di satu waktu
- Berolahraga
- Pola makan yang teratur dan bergizi
- Istirahat yang cukup
- Melakukan hal positif pada orang lain
- Mencari hobi baru yang meningkatkan produktivitas
Les Giblin dalam buku Dealing With People menjelaskan teori memahami orang dan kodrat manusia, “Pada hakikatnya Orang itu tertarik pada diri mereka sendiri, bukan pada Anda.” Percayalah bahwa sifat dasar manusia itu ego, mereka terkadang lebih bahagia menceritakan dirinya sendiri dibandingkan dengan Anda yang sedang menceritakan masalah Anda. Bahkan lebih ekstrem lagi terkadang mereka memaksakan solusi mereka terhadap diri Anda sehingga Anda suka tidak suka, mau tidak mau harus menerima solusi mereka yang terkadang tidak cocok dengan masalah Anda, ini juga disebut toxic positivity. Mereka membandingkan masalahnya dengan masalah Anda. Seakan-akan masalah yang menimpa Anda adalah sama dengan apa yang pernah terjadi di diri mereka sendiri. Yang akhirnya muncullah rasa gak enakan, kurang percaya diri, kadang kecewa, dan lain-lain. Hal ini menjadi salah satu sebab sakitnya mental seseorang.
Salah satu sebab mental yang jatuh biasanya banyak terjadi karena ekspektasi kita terhadap orang lain. Ekspetasi yang tidak tercapai akan menjadi buah kekecewaan sehingga muncullah penyakit-penyakit mental, seperti kekecewaan, iri, dengki, dendam, dan lain-lain. Untuk itu diperlukannya pengetahuan pengendalian diri agar tidak mudah kecewa, seperti ilustrasi berikut:

Yang tidak bisa Anda atur adalah perkataan orang lain, perbuatan orang lain, etika orang, perasaan orang, kesalahan orang, bahasa tubuh orang lain, reaksi orang lain, kebiasaan orang lain, ide dan gagasan orang lain, dan apa yang orang lain pikirkan. Namun, Anda bisa mengontrol kata-kata, perbuatan, kebiasaan, keputusan, ide, reaksi, perasaan, dan apa yang Anda pikirkan.
Pahami ini sehingga kita bisa meminimalisasi masalah yang sebenarnya tidak penting di hidup kita dan mana masalah yang penting di hidup kita.
Semoga bermanfaat.
Editor: Senja Bagus Ananda
Pengajar Matematika

