Siapa Aku?

Hijaunya daun yang kupandang setiap waktu tak lepas dari daun yang berjatuhan di tanah.

Hanya sedikit yang kuberikan kepadamu, secercah harapan yang selalu terbawa sampai jiwaku tertidur dalam mimpi.

 

Lukisan jiwaku yang masih terabadikan…

Pernah aku belajar kepada api, tapi yang kurasakan hanyalah panas yang membakar diri.

Pernah aku belajar kepada angin, tapi yang ada hanya dingin yang menusuk kulit ini.

Pernah aku belajar kepada tanah, tapi sakit yang melanda bagai jeritan tanpa suara.

 

Saat aku belajar kepada air, sebelum diri ini menyelam ke dalamnya, kulihat bayangan dari pantulan…

Tersadar siapa diri ini hanyalah setetes air dalam lautan, tak berarti di tengah semesta.

Lalu aku menyelami dan aku belajar tentangmu.

 

Sungguh engkau adalah lautan yang tak terbatas.

Semakin dalam aku menyelam, semakin sadar diriku teramat jauh dari kesempurnaan.

 

Aku tak mau berhenti menyelami dalamnya lautan.

Semakin dalam, semakin dalam, dan semakin dalam sampai nafasku menghilang di dalam lautan peradaban.

dayatminus@gmail.com   Postingan Lainnya

Sastrawan Jalanan.