Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah bekerja sama dengan Puskesmas Jagakarsa mengadakan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi seluruh santri pada Rabu (14/10/2026) dan Kamis (15/10/2026). Pelayanan medis tahunan ini dilaksanakan di Auditorium Al-Tsaqafah secara bergiliran mulai pukul 08.30 WIB.
Pemeriksaan kesehatan pada hari Rabu dikhususkan bagi santri Madrasah Tsanawiyah (MTs), sedangkan jadwal hari Kamis diperuntukkan bagi santri Madrasah Aliyah (MA). Seluruh santri dipanggil secara bergiliran per kelas guna menjaga ketertiban selama proses pemeriksaan berlangsung.
Perawat Gigi Puskesmas Jagakarsa, Mela Silwasi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin tahunan yang menyasar seluruh sekolah tingkat SD hingga SMA di wilayah Jagakarsa. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pengecekan mata, telinga, gigi, serta tekanan darah (tensi).
“Kita lagi periksa mata di sebelah situ sama telinga, di sini gigi, di sana bagian tensi. Cek darah yang HB kelas 7 dan kelas 9 putri. Di seberang situ ada tim input data,” jelas Mela saat diwawancarai oleh Tim Jurnalis Al-Tsaqafah.
Pihak puskesmas juga menyiapkan langkah tindak lanjut apabila ditemukan kendala medis pada santri. Mela menerangkan bahwa santri yang terindikasi mengalami gangguan kesehatan telinga akan dipanggil untuk pemeriksaan lanjutan. Sementara itu, santri yang mengalami masalah gigi disarankan untuk segera melakukan perawatan di fasilitas kesehatan setempat.

“Nanti kalau ada masalah kayak gigi berlubang, itu kita suruh untuk ditambal, boleh pas lagi libur atau izin keluar, tapi harus pakai BPJS. Faskesnya harus Faskes Jagakarsa,” tutur Mela.
Koordinator Bagian Kesehatan Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Mugni, menyambut baik penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, pemeriksaan berkala sangat penting untuk memantau kondisi fisik santri secara menyeluruh, terlebih bagi santri yang belum pernah melakukan pemeriksaan medis sebelumnya.
“Namanya cek kesehatan, ya, baik untuk mengecek kondisi santri, terutama yang tidak pernah periksa sebelumnya. Kan sangat mengkhawatirkan kalau punya penyakit yang tidak terdeteksi,” ujar Mugni.
Ia menambahkan bahwa pada pelaksanaan CKG tahun lalu, tim medis berhasil mendeteksi beberapa keluhan kesehatan yang tidak disadari oleh para santri, seperti rabun jauh (mata minus) hingga indikasi tekanan darah tinggi.
“Anak-anak terkadang tidak tahu kalau dia lagi sakit, matanya buram dia ngiranya cuman sehat-sehat aja. Dia demam naik turun dikira demam biasa, ternyata darah tinggi atau tipes,” ungkap Mugni.
Manfaat dari pemeriksaan kesehatan ini turut dirasakan langsung oleh para santri. Salah seorang santri kelas VIII, Adzka Wafi Novandyo, menilai kegiatan CKG sangat membantu santri dalam mengetahui kondisi kesehatan, mengingat beberapa rekannya baru menyadari adanya masalah karang gigi dan gigi berlubang setelah mengikuti pemeriksaan.
“Penting buat jaga kesehatan, ngelihat kalau ada gigi bolong, mata minus,” kata Adzka.
Mengingat pentingnya deteksi dini terhadap berbagai penyakit di dalam tubuh, Adzka berharap program pemeriksaan dari puskesmas ini dapat diselenggarakan lebih sering.
“Setahun dua kali,” ucapnya.
Seluruh rangkaian pemeriksaan kesehatan berjalan dengan tertib dan lancar hingga selesai. Melalui kegiatan deteksi dini ini, kondisi fisik para santri diharapkan senantiasa terpantau dan terjaga dengan baik agar dapat menunjang kelancaran aktivitas belajar serta mengaji.

