Beda Generasi, Beda Cara Berpikir

ALTSAQAFAH.ID – Sering kita dengar kata generasi dan tidak asing bagi kita dengan kata ini. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), generasi adalah masa orang-orang satu angkatan hidup.

Kupperschmidt (dalam Putra, 2016) menjelaskan bahwa generasi adalah sekelompok orang yang memiliki kesamaan tahun lahir, umur, lokasi, dan juga pengalaman historis atau kejadian-kejadian dalam individu tersebut yang memiliki pengaruh signifikan dalam fase pertumbuhan mereka. Jadi, dapat dikatakan bahwa generasi adalah sekelompok individu yang mengalami peristiwa-peristiwa yang sama dalam kurun waktu yang sama pula.

Perkembangan teknologi juga mempengaruhi perkembangan generasi, seperti yang telah kita ketahui generasi tahun 80-an dengan generasi tahun 2000-an berbeda pengalaman dan pola pikir. Dari segi pengalaman, generasi 80-an memperjuangkan demokrasi yang baik bagi indonesia pada saat itu, berbeda dengan generasi tahun 2000-an yang harus beradaptasi dengan teknologi yang semakin maju apalagi dengan adanya pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia. Secara pola pikir, generasi 80-an masih mengedepankan hal-hal mitos, seperti punya anak banyak akan membawa banyak rezeki yang banyak juga. Akan tetapi, tidak relevan dengan generasi sekarang karena generasi sekarang akan berpikir realistis dan menghitung bagaimana ke depannya.

Hal itu juga terjadi dalam dunia pendidikan, pada generasi 80-an berbeda dengan generasi 2000-an. Karena sistem dan hukum yang berlaku semakin berkembang, sistem yang diajarkan harus berkembang, misalnya ada hal-hal yang bersentuhan dengan hukum. Contoh kasus pada guru yang menjewer anak didiknya karena bandel, pada zaman dahulu tidak masalah dan tidak dibawa ke jalur hukum, berbeda dengan sekarang banyak orang tua tidak terima dan membawa hal ini ke jalur hukum.

abdulgofir80@gmail.com   Postingan Lainnya

Pengajar Ilmu Pengetahuan Sosial