Rasa

Di Bawah
Langit Jakarta

Di bawah langit Jakarta Hidup sepasang tua renta Dalam kepasrahan hidup Yang kian meredup Di bawah merah jingga langit Jakarta Telah tersampaikan pengharapan pada mulut keriputnya Agar malam menyapanya dengan ramah tamah Tanpa bertamu basah Di bawah langit Jakarta Telah menjadi suguhan nyata Kardus-kardus disulap tikar Teras ruko menjadi persinggahan malam Di bawah langit Jakarta […]

Di Bawah
Langit Jakarta
Read More »

Puisi
Ayah

Ruang kedap suara – Deruh deras air hujan Terombang-ambing oleh angin Lecutan yang bergemuruh dan terbelah dilangit hitam keras Kini memecahkan angan … Hembusan angin yang menelisik tubuh Tiba-tiba otak berputar perlahan Bagai rubik yang mencari sisi semuanya Imajinasi berangan jauh Dan di sela itu ada satu kata, Yang membuatku rindu, sendu, haru, resah, gelisah

Puisi
Ayah
Read More »

Kutukan
Peradaban

Ia caci maki habis peradaban dengan segala sifat keji karena sudah melahirkan tablet gila yang mereka namai radio dan televisi. Ya, radio dan televisi adalah dosis ekstra tanpa henti yang memaksa manusia menjadi gila tanpa terasa. Dalam siaran berita ia mendengar kabar tentang pemberontakan kaum revolusioner miskin yang ingin merebut kembali wilayahnya. Dengan penuh semangat

Kutukan
Peradaban
Read More »