Kiamat Sudah Dekat Bro

Kapan Kiamat Terjadi?

Adakah seorang intelektual muslim yang mencoba menentukan kapan kiamat tersebut terjadi dan apa dasar seorang intelektual muslim mencoba menentukan kapan kiamat terjadi? Pertanyaan ini sedikit mengganggu pikiran penulis di kala disajikan pertanyaan lain tentang pergeseran kutub magnetik bumi. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tanda-tanda hari kiamat yang mungkin banyak dari kita sudah menghafalnya. Selanjutnya kita akan menghubungkan salah satu tanda hari kiamat dengan pergeseran kutub bumi. Di akhir pembahasan kita akan mencoba membandingkan dengan ulama yang pernah mencoba menghitung kapan hari kiamat itu tiba, dilanjut pelajaran yang dapat kita pegang sebagai persiapan menghadapi hari akhir.

Tanda-Tanda Hari Kiamat

Tanda-tanda kiamat telah banyak dibahas dalam artikel maupun jurnal, bahkan sangat mudah kita akses di web browser. Satu hal yang menjadi perdebatan para ulama adalah bagaimana urutan yang tepat dari tanda-tanda yang disampaikan oleh Rasulullah saw. Pada kesempatan kali ini kita tidak membahas urutan yang disepakati jumhur ulama, tetapi hanya fokus mengambil salah satu tanda-tanda hari kiamat kemudian kita akan bahas secara detail.

Imam Al-Qurṭūbī mengatakan, tanda-tanda kiamat besar yang disebutkan secara bersamaan dalam hadis-hadis tidaklah berurutan, tidak terkecuali riwayat Muslim dari Hudzaifah. Salah satu hadis sahih yang berkaitan dengan kiamat (as-sāʽah) yang pasti adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Sahihnya dan juga diriwayatkan oleh beberapa perawi hadis serta diakui oleh para ulama adalah hadis berikut.

Artinya, “Dari Hudzaifah bin Asid Al-Ghifari berkata, Rasulullah saw. menghampiri kami saat kami tengah membicarakan sesuatu. Ia bertanya, ‘Apa yang kalian bicarakan?’ Kami menjawab, ‘Kami membicarakan kiamat.’ Ia bersabda, ‘Kiamat tidaklah terjadi sehingga kalian melihat sepuluh tanda-tanda sebelumnya.’ Rasulullah menyebut kabut, Dajjal, binatang (ad-dābbah), terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa bin Maryam AS, Ya’juj dan Ma’juj, tiga gerhana: gerhana di timur, gerhana di barat, dan gerhana di jazirah Arab dan yang terakhir adalah api muncul dari Yaman menggiring manusia menuju tempat perkumpulan mereka,” (Lihat Abul Husain Muslim bin Hajjaj bin Muslim An-Naisaburi, Al-Jāmi’us Ṣaḥīḥ, [Beirut, Dārul Afaq Al-Jadidah: tanpa tahun], juz VIII, halaman 178).

Tanda-tanda kiamat dalam hadis ini disebut sebagai tanda-tanda kiamat kubra (hari akhir). Ada sepuluh tanda kiamat yang disebutkan dalam hadis ini. Namun, yang disebutkan dalam hadis tersebut hanya ada delapan:

1. Munculnya kabut (dukhan)
2. Munculnya Dajjal
3. Munculnya Dabbah
4. Terbitnya matahari dari barat
5. Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj
6. Munculnya Isa bin Maryam
7. Adanya tiga gerhana di timur
8. Gerhana di barat
9. Gerhana di jazirah Arab
10. Adanya api yang muncul dari Yaman kemudian menggiring manusia menuju tempat berkumpul
(Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/103666/ini-urutan-peristiwa-tanda-tanda-kiamat)

Terbitnya Matahari dari Barat Merupakan Pergeseran Kutub Bumi

Sebagian dari kita mungkin mengira bahwa terbitnya matahari dari barat dalam salah satu tanda hari kiamat terjadi begitu saja, dalam artian sederhana Senin matahari terbit dari timur, tetapi Selasanya ternyata nongol dari barat. Sampai pada tahap mendapatkan pemahaman tentang medan magnet bumi, penulis pun awalnya mengira seperti itu. Berikut kami bagikan sedikit pemahaman berkenaan dengan medan magnet bumi.

Kutub bumi adalah kutub/ arah yang didasarkan pada sumbu rotasi bumi, jika kita melihat globe, kutub utara berada di belahan bumi bagian atas, kutub selatan di belahan bumi bagian bawah. Namun, kutub magnet bumi adalah kutub magnet pada bumi yang dihasilkan dari bergeraknya bahan bermuatan listrik di dalam inti bumi (ada juga yang menyebutnya sebagai kutub bumi sebenarnya). Kutub utara dari magnet bumi berlawanan dengan arah yang ditunjukkan kompas.

Salah satu teori bagaimana magnet bumi muncul adalah teori gerakan lektron di dalam inti bumi, yaitu gerakan dari elektron mengakibatkan adanya arus listrik yang selanjutnya menghasilkan medan magnet di sekitar arus listrik.

Gambaran sederhana bagaimana medan magnet muncul di sekitar kawat yang dialiri arus listrik:

Gambar 1. Arah medan magnetik pada kawat berarus listrik. Penentuan arah medan magnet ditentukan dengan kaidah tangan kanan seperti sedang memeras, arah arus listrik pada kawat ditunjukkan oleh empat jari yang mengepal, dan arah arus ditunjukkan oleh arah jempol.

Pada kasus munculnya magnet bumi, cairan di dalam perut bumi mengandung muatan negatif (elektron) yang berputar, berputarnya muatan ini selanjutnya menghasilkan arus listrik (arah arus listrik berlawanan dengan arah pergerakan elektron dalam kawat penghantar). Adanya arus listrik inilah yang selanjutnya menghasilkan medan magnetik (arah medan magnetik = arah kutub utara).

Gambar 2. Analisis munculnya magnet bumi dari gerakan inti bumi yang mengandung muatan negatif.

Letak Kutub Bumi dan Kutub Magnet Bumi

Kutub bumi, seperti yang dijelaskan sebelumnya, merupakan kutub/ arah yang didasarkan pada sumbu rotasi bumi, jika kita melihat globe, kutub utara berada di belahan bumi bagian atas, kutub selatan di belahan bumi bagian bawah. Magnet bumi tidak tepat menunjuk arah kutub utara-selatan bumi. Penyimpangan magnet bumi terhadap arah kutub utara-selatan bumi bisa dilihat dalam gambar 3, yakni sebesar 11,5ᵒ.

Gambar 3. Letak kutub bumi, kutub magnet bumi, serta sudut penyimpangan sumbu rotasi dengan sumbu magnet bumi.

Posisi kutub utara magnet bumi pertama kali tepat terletak pada tahun 1831. Sejak itu, kecepatan pergeseran kutub bumi sebesar 16-55 kilometer per tahun ke arah barat laut. Saat kutub bumi telah bergeser sejauh setengah dari keliling bumi, yaitu sekitar 20.000 km hal ini mengakibatkan pembalikan kutub bumi. Pembalikan kutub ini menyebabkan kutub utara menjadi kutub selatan dan kutub selatan menjadi kutub utara. Begitu pula bagian barat berubah menjadi bagian timur dan bagian timur menjadi barat. Dari sinilah terjadi peristiwa yang disebut matahari terbit dari barat. (https://climate.nasa.gov/blog/3104/flip-flop-why-variations-in-earths-magnetic-field-arent-causing-todays-climate-change/)

Dengan data setengah keliling bumi, yaitu sebesar 20.000 km, posisi kutub bumi saat ini yang telah bergeser 11,5ᵒ dan kecepatan pergeseran kutub bumi 55 kilometer per tahun, kita dapatkan waktu membaliknya kutub bumi sekitar 340,4 tahun lagi. Artinya jika pergeseran kutub bumi per tahun konstan, diperkirakan tahun 2361 M akan terjadi kiamat. Sekali lagi perhitungan ini hanyalah hitungan sederhana didasarkan fakta-fakta dan keterbatasan alat maupun ilmu manusia dibandingkan keagungan dan kebesaran yang dimiliki Allah Swt.

Salah satu intelektual muslim yang memprediksi terjadinya kiamat adalah Dr. Baha’i. Prediksi Dr. Baha’i didasarkan pada perhitungan huruf-huruf muqatha’ah yang terdapat di awal-awal surat dalam Al-Qur’an.  Dr. Baha’i memprediksi kiamat akan terjadi 2289 M atau sekitar 268 tahun lagi. (https://www.pikiran-rakyat.com/khazanah-islam/pr-011404432/dua-intelektual-muslim-prediksi-kiamat-terjadi-tahun-2280-begini-penjelasan-detailnya)

Ilmu tentang Hari Kiamat

Setiap orang yang beriman selalu meyakini bahwa tidak ada manusia yang mengetahui kepastian hari kiamat. Pengetahuan tentang itu hanya Allah yang tahu. Dalam surat al-A’raf ayat 187 dinyatakan:

Artinya, “Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: ‘Bilakah terjadinya?’ Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia’.”

Ulama kita, Kiai Sahal Mahfudh dalam buku Dialog dengan Kiai Sahal Mahfudh menyatakan “Sebenarnya kiamat bisa diperpanjang jatuh temponya oleh perilaku manusia sendiri, sepanjang masih berperilaku dengan ketentuan-ketentuan ilahiah (agama), maka insyaallah kiamat tidak akan buru-buru datang.” (Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/103787/kapan-hari-kiamat-itu-tiba)

Dengan prediksi perhitungan sederhana tersebut, sebagian dari kita mungkin percaya, mungkin tidak, dan sebagian lagi mungkin bersyukur karena umurnya tidak sampai pada tahun prediksi terjadinya kiamat. Namun yang jelas, poin yang ingin disampaikan dalam kesempatan kali ini adalah sebagai orang mukmin kita hendaknya senantiasa beribadah kapan dan di mana saja tanpa mengenal waktu. Bisa saja hari kiamat sebentar lagi kurang dari perhitungan tersebut atau bahkan lebih lama lagi mengingat perilaku manusia dewasa ini semakin menyimpang dari ketentuan-ketentuan agama. Setiap hari kita melihat norma agama diabaikan, norma sosial tidak diindahkan, norma hukum banyak dilanggar, serta perlombaan senjata semakin nyata.

Manusia dan ilmu pengetahuan yang berkembang pesat saat ini memiliki keterbatasan dan keterbatasan tersebut ibarat setetes air yang jatuh dari ujung jari kita saat kita mencelupkan tangan dalam laut. Ilmu pengetahuan harus ditopang dengan ilmu agama yang kokoh sehingga manusia tidak menuhankan keterbatasan di atas segala-galanya.

 

 

 

 

Editor: Senja Bagus Ananda

rozichint@gmail.com   Postingan Lainnya

Pengajar Fisika