ALTSAQAFAH.ID – Artikel ini dibuat lantaran kekurangyakinan penulis akan pemaknaan zarrah. Ada referensi yang menuliskan “zarrah” ada pula yang menuliskan dalam bentuk “dzarrah”, selanjutnya penulis menggunakan istilah “zarrah” dalam teks Al-Qur’an terjemahan, jurnal, dan tafsir Al-Qur’an. Hal ini muncul karena pemaknaan zarrah tentu akan dipengaruhi juga oleh kedalaman referensi dari penerjemah, pembuat jurnal, serta penafsir. Kemungkinan besar juga didasarkan pada perkembangan teknologi pada saat pemaknaan zarrah, yang tentu juga didasarkan dari latar belakang pendidikannya.
Al-Qur’an merupakan wahyu Nabi Muhammad saw. yang diyakini sebagai kalam Allah. Pemaknaan Al-Quran tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang karena setiap ayat dalam Al-Qur’an memiliki sejarah tersendiri perihal latar belakang turunnya ayat tersebut sehingga memungkinkan ada kata yang sama, tetapi berbeda makna. Begitu juga lafal “zarrah” dalam Al-Qur’an memiliki makna yang bervarian dan semakin tajam, lafal tersebut berada di empat surah dalam Al-Qur’an, yaitu surah Yunus ayat 61, surah Saba’ ayat 3 dan ayat 22, surah an-Nissa’ ayat 40, dan surah azZalzalah ayat 7 dan 8.
Kita akan mengambil salah satu ayat Al-Qur’an, yaitu surah Yunus ayat 61 beserta terjemahan dalam Tafsir Ibnu Katsir yang dikutip secara online.

“Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al-Qur’an, dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar daripada itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).”
Sayyiduna Ibnu Abbas sebagaimana yang terekam dalam Tafsir Al-Wasith, menjelaskan kata dzarrah, beliau memasukkan tangan beliau ke dalam pasir lalu meniupkannya, seraya berkata:
![]()
“Setiap butiran debu (yang terbang akibat tiupanku) adalah dzarroh.”
Hal senada juga diungkapkan oleh M. Quraish Shihab dalam Tafsir al-Mishbah, lafal zarrah dipahami oleh beberapa ulama dalam berbagai arti, antara lain semut yang sangat kecil, kepala semut, dan debu yang beterbangan yang hanya terlihat di celah matahari.
Seiring dengan berjalannya waktu dan kemajuan ilmu pengetahuan, al-Baqilani mengatakan bahwa zarrah adalah bahasa untuk menggambarkan sesuatu yang terkecil. Karena kata zarrah dikaitkan dengan objek kecil dan paling kecil, sedangkan pengertian masyarakat umum tentang objek terkecil merujuk pada atom, maka Żarrah sering diartikan sebagai atom. Namun demikian, penerjemahan zarrah sebagai atom lambat laun berubah lagi, hal ini didasarkan pada penemuan lanjutan yang menyebutkan bahwa di dalam atom terdapat tiga partikel penyusun, yaitu proton, elektron, dan neutron.
Lalu seberapa besar elektron, proton, dan neutron? Tahun 1897, Sir J.J. Thomson menemukan bahwa elektron memiliki diameter “rata-rata” 0,00000000000000001 cm atau 200.000 miliar kali lebih kecil dari sebutir pasir. Tahun 1911, Rutherford membombardir selembar kertas emas tipis dengan sinar alfa dan menemukan proton memiliki diameter “rata-rata” seribu kali lebih besar dari diameter elektron dengan massa 10.000 kali lebih besar dari elektron. Tahun 1932, James Chadwick menemukan neutron dengan ukuran dan massa yang hampir sama dengan proton, tetapi dengan muatan yang berbeda.

Gambar 1: Partikel Penyusun dari Suatu Zat
Apakah elektron merupakan partikel yang terkecil? Akhirnya pada tahun 1964, dua orang fisikawan secara terpisah, yaitu Murray Gell-Mann dan George Zweig mengemukakan pendapatnya mengenai partikel elementer (fermion) dan kemudian dibuktikan keberadaannya pertama kali pada tahun 1968 dalam suatu eksperimen yang dilakukan di SLAC (Stanford Linear Accelerator Center).
Partikel elementer dibedakan menjadi tiga berdasarkan keberadaan dan kestabilannya (daya tahan hidup), yaitu quark, lepton, dan boson. Terdapat enam model quark hal ini dibedakan atas generasi dan “rasa quark”. Ada dua rasa quark di setiap generasi. Setiap rasa memiliki nama khusus dan dibedakan oleh muatannya. Sebagai contoh, pada generasi pertama terdapat quark tipe up dan quark tipe down. Quark tipe up memiliki muatan +2/3, sedangkan quark tipe down memiliki muatan -1/3.
Generasi I: quark tipe up dan tipe down
Generasi II: quark tipe charm dan tipe strange
Generasi III: quark tipe top dan tipe bottom
Lepton juga memiliki generasi, tetapi tidak seperti quark, lepton tidak memiliki rasa.
Generasi I: elektron dan elektron neutrino.
Generasi II: muon dan muon neutrino.
Generasi III: tau dan tau neutrino
Hasil percobaan menunjukkan bahwa baik proton maupun neutron tersusun oleh tiga quark. Proton tersusun atas dua quark tipe up dan satu quark tipe down, sementara neutron terdiri atas satu quark tipe up dan dua quark tipe down.
Masih terdapat satu jenis lagi partikel elementer, yaitu boson. Boson merupakan mediator/ pembawa gaya interaksi kuat (gaya nuklir kuat), gaya interaksi lemah (gaya nuklir lemah), dan gaya elektromagnetik. Gaya nuklir kuat yang menahan proton dan neutron bersama-sama di dalam inti dimediasi oleh Gluon (g). Gaya nuklir lemah, yaitu interaksi antarpartikel selama peluruhan beta dimediasi oleh boson W+, W-, dan Z (Z boson lebih besar dari W±). Gaya elektromagnetik (jarak jauh) yang ada antara partikel dimediasi oleh foton.

Gambar 2: Pembagian Partikel Elementer
Dari data pada gambar 2 kita bisa mengetahui bahwa dari segi massa/ berat partikel gluon dan photon jauh lebih ringan dibandingkan elektron, bahkan elektron masih lebih besar dari muon neutrino.
Setelah membaca pemaparan tersebut, akankah kita menyebut zarrah sebagai atom? Penulis sendiri tidak berani menyimpulkan bahwa zarrah merupakan gluon ataupun photon mengingat terus berkembangnya ilmu pengetahuan dan terbatasnya kemampuan manusia untuk menggali lebih dalam tentang tanda-tanda kekuasaan Tuhan Yang Mahakuasa.
Referensi:
Purwanto, Agus. 2008. Ayat-ayat Semesta Sisi-sisi Al-Qur’an yang Terlupakan. Bandung: PT. Mizan Pustaka.
Shihab, M. Quraish. 2002. Tafsir al-Mishbah. Jakarta: Lentera Hati.
http://www.ibnukatsironline.com/2015/05/tafsir-surat-yunus-ayat-61.html https://www.tebuireng.co/makna-dzarrah-dalam-al-quran-dan-al-hadits/
http://www.ibnukatsironline.com/2015/05/tafsir-surat-yunus-ayat-61.html
https://www.tebuirengco/makna-dzarrah-dalam-al-quran-dan-al-hadits.
https://www.scienceabc.com/nature/universe/what-is-the-smallest-particle-we-know.htm
https://u.osu.edu/tvstemclub/2021/02/23
http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?cetakartikel&1275348660
https://scienceready.com.au/pages/the-standard-model-of-matter
https://www.imperial.ac.uk/humanities/webdesign/2012/nickyguttridge/html/page4.html
Pengajar Fisika

