Apakah Hadis “Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu” Sahih?

ALTSAQAFAH.ID – Berbakti kepada kedua orang tua adalah suatu kewajiban yang telah Allah perintahkan. Adapun pentingnya berbakti kepada orang tua, Allah menyebutkan dalil antara beribadah dan berbakti kepada kedua orang tua menjadi satu kesatuan.

Allah Swt. berfirman yang artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS: Al-Isra ayat 23).

Bahkan, Rasul pun memuji orang yang berbakti kepada kedua orang tua dan Rasul tidak segan-segan untuk mencela orang yang tidak berbakti kepada orang tua, mengapa demikian? Karena sudah tidak diragukan lagi, tidak berbakti kepada orang tua adalah suatu dosa yang besar. Sosok mulia yang mengandung sembilan bulan, melahirkan, kemudian membesarkan tanpa pamrih, siapa lagi jika bukan seorang yang kerap dipanggil: Ibu. Jasanya tak ada yang menandingi di bagian bumi mana pun, siap menjadi penghangat di kala dingin, selalu menjadi payung di kala hujan, dan tak ada keraguan memberikan bahunya di setiap tangisan.

Rasul saw. bersabda: “Surga di bawah telapak kaki ibu. Adapun hukum kesahihan hadis ini telah diriwayatkan oleh Ibnu ‘Adiy di dalam kitabnya Al Kamil. Melalui Musa bin Muhammad bin ‘Athoo Abu Malih menceritakan kepada kita, Maimun menceritakan kepada kita dari ‘Abbas berkata: Rasullah saw. bersabda:”Surga di bawah telapak kaki Ibu, barangsiapa yang Ibu kehendaki dapat masuk surga dan jika Ibu berkehendak dapat mengeluarkannya dari surga.

Ibnu ‘Adiy berkata, Musa bin Muhammad Muqdasiy mengatakan bahwa hadis ini munkar. Adapun lafaz yang terdapat pada hadis ini adalah dhoif. Namun, ada hadis lain yang serupa dan memiliki makna yang sama dengan hadis ini.

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Nasai dan Ahmad Thabrani, lafaz hadis tersebut di dalam kitab Mu’jam Al Kabir dengan sanadnya yang hasan, redaksinya dibenarkan oleh Imam Hakim, disetujui oleh Imam Zahabi, dan diakui oleh Imam Mundziri, dari hadis Mua’awiyah bin Jahimah: sesungguhnya dia datang kepada Nabi kemudian berkata: “Wahai Rasulullah, aku ingin berperang. Maka aku memohon saran darimu. Nabi bertanya, ‘Apakah kamu memiliki seorang ibu?’ Jawab Jahimah, ‘Ya.’ Lantas Nabi pun bersabda, ‘kalau begitu, tetaplah bersamanya karena surga berada di bawah kedua kakinya.”

Banyak sekali hal-hal yang bisa kita dapatkan untuk mengabdikan diri sebagai bentuk berbakti seorang anak kepada orang tuanya. Sesekali melakukan pekerjaan kecil yang membuatnya senang, seperti menyapu halaman ketika daun kering sudah menumpuk, mencuci piring setelah makan, menjemur baju di pagi hari, menyapu, mengepel rumah, dan banyak aktivitas kecil lainnya yang ketika kita kerjakan akan meringankan beban pekerjaan rumah.

Dikatakan oleh Imam Manawi: tawadu, taat, membantu ibu, dan tidak membangkang, kecuali pada sesuatu yang dilarang syariat, maka semua itu menjadi sebab masuk surga. Suatu hal yang mudah bukan untuk menggapai surganya Allah? Dengan terus berbakti dan taat kepada orang tua, bisa menjadi suatu amal untuk kita bertempat tinggal di surga.

Jadi, telah disebutkan bahwa makna dari hadis tersebut adalah shohih dan sanadnya dhoif. Namun, mengamalkan hadis dhoif di atas boleh jika bertujuan untuk berbakti dan taat kepada orang tua.

Referensi: Mausu’ah Al fatawa muasholah min Daril Ifta Al Misriyah.

 

Editor: Senja Bagus Ananda

srizkisakinah29@gmail.com   Postingan Lainnya

- Alumnus MA Al-Tsaqafah angkatan ketiga
- Asal Jakarta Selatan
- Mahasiswi Al-Azhar Mesir
- Hobi membaca buku dan artikel, menikmati matahari sore