Syi’ir Penggugah Jiwa dalam Kitab Alfiyah ibn Mālik

ALTSAQAFAH.ID – Syi’ir adalah sajak indah yang melukiskan kejadian yang ada di sekitar kita. Berikut adalah beberapa syi’ir penggugah jiwa yang cocok untuk memotivasi santri Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, dengan harapan siapa pun yang membaca syi’ir ini hatinya tergugah, semangatnya membara, dan tentunya semakin meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. Syi’ir-syi’ir ini diambil dari keterangan yang ada dalam kitab Alfiyah Ibn Mālik:

1. Akibat Melanggar Aturan

لَا يَأْمَنُ الدَّهْرَ ذُوْ بَغْيٍ وَلَوْ مَلِكًا # جُنُوْدُهُ ضَاقَ عَنْهَا السَّهْلُ وَالْجَبَلُ

“Seseorang yang melanggar aturan hidupnya tidak akan merasa nyaman sekalipun seorang raja yang mempunyai tentara sebanyak daratan dan lautan.”

2. Tak Ada yang Kekal dan Terlewat

تَعَزَّ فَلَا شَيْءٌ عَلَى الْأَرْضِ بَاقِيًا # وَلَا وَزَرٌ مِمَّا قَضَى اللهُ وَاقِيًا

“Ta’ziyahlah! karena tidak ada satu pun di bumi ini yang kekal dan tidak ada satu dosa pun yang luput dari penjagaan Allah.”

3. Ketakwaan dan Kedermawanan Adalah Transaksi yang Menguntungkan

حَسِبْتُ التُّقَى وَالْجُوْدَ خَيْرَ تِجَارَةٍ # رَبَاحًا إِذَا مَا الْمَرْءُ أَصْبَحَ ثَاقِلًا

“Jika suatu hari seseorang mengalami kesulitan dalam hidupnya, saya meyakini bahwa ketakwaan dan kedermawanan adalah sebaik-baiknya transaksi yang menguntungkan.”

4. Membeli Cita-Cita dengan Ketidaktahuanmu

فَإِنْ تَزْعَمِيْنِيْ كُنْتُ أَجْهَلُ فِيْكُمْ # فَإِنِّيْ شَرَيْتُ الْحِلْمَ بَعْدَكِ بِالْجَهْلِ

“Jika engkau mengira bahwa aku adalah orang yang paling bodoh di antara kalian, maka akan ku beli mimpiku dengan ketidaktahuanmu.”

5. Arti Sahabat

فَلَا تَعْدُدِ الْمَوْلَى شَرِيْكَكَ فِى الْغِنَى # وَلَكِنَّمَا الْمَوْلَى شَرِيْكُكَ فِي الْعُدْمِ

“Jangan kau sangka sahabat adalah orang yang menemanimu saat kesenangan belaka, tetapi sahabat adalah ia yang menemanimu dalam kesusahan.”

6. Di Balik Kesusahan

عَسَى الْكَرَبُ الَّذِيْ أَمْسَيْتُ فِيْهِ # يَكُوْنُ وَرَاءَهُ فَرَجٌ قَرِيْبُ

“Semoga/barangkali/boleh jadi kesusahan yang saya alami, di kemudian hari akan menjadi kebahagiaan.”

Dalam kitab Alfiyah Ibn Mālik juga terdapat syi’ir bergenre romance, syi’ir model seperti ini sangat digemari oleh kaum muda. Terbukti setiap kali terdapat syi’ir tentang cinta, jiwa mudanya santri Al-Tsaqafah mendadak bergemuruh, ada yang senyum-senyum sendiri membayangkan dambaan hatinya dan ada juga yang meratapi nasib membayangkan kejomloannya.

1. Hanya Kamu

وَمَا نُبَالِي إِذَا مَا كُنْتِ جَارَتَنَا # أَنْ لَا يُجَاوِرَنَا إِلَّاكِ دَيَّارُ

“Aku tidak peduli saat kamu mendampingiku biarpun tidak ada satu rumah yang menjadi tetanggaku yang terpenting hanya kamu.”

2. Bayangmu Mengalihkan Perhatianku

سَرَيْنَا وَنَجْمٌ قَدْ أَضَاءَ فَمُذْ بَدَا # مُحَيَّاكِ أَخْفَى ضَوْءُهُ كُلَّ شَارِقِ

“Aku berjalan di malam hari, sedangkan bintang telah bersinar terang, tetapi semenjak bayang wajahmu tiba-tiba muncul, saat itu juga menutupi seluruh cahaya.”

3. Marahmu Menghancurkan Hatiku

كَرَبَ الْقَلْبُ مِنْ جَوَاهُ يَذُوْبُ # حِيْنَ قَالَ الْوُشَاةُ هِنْدٌ غَضُوْب

“Hampir saja hatiku hancur sebab rindu dan sedih saat pengadu domba mengatakan ‘Hindun Marah’.”

Tentunya masih banyak lagi syi’ir-syi’ir yang ada dalam kitab Alfiyah Ibn Mālik, baik yang bergenre motivation maupun romance. Mungkin akan disajikan dalam tulisan selanjutnya. Maturnuwun.

nudiaz.anbu29@gmail.com   Postingan Lainnya

Kepala Asrama Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah