Jejak Cinta di Padang Pasir

Di bentangan heningnya gurun yang tak berirama

Jejakmu mengukir kisah cinta yang abadi

Bukan sekadar jejak di pasir fana

Akan tetapi risalah langit yang luruh ke bumi

 

Cakrawala menangis kala kau bersujud

Bintang-bintang tersipu malu tak seindah nur di wajahmu

Engkau mengembara dalam badai, tapi tak menggigil ragu

Karena dalam dadamu, wahyu Ilahi menari syahdu

 

Lisan yang dihina tak membalas luka

Tangan yang dilontarkan batu tetap menabur doa

Cintamu, ya Rasulullah, tak pernah meminta balas

Ia mengalir seperti mata air di padang tandus yang lepas

 

Kala kelam menggulung sunyi di atas pasir

Engkau bangkit bukan untuk diri, tapi untuk umat pencari belas kasih

Dalam kebisuan langit malam engkau menangis lirih

“Ummati… ummati,” dalam cinta yang tak pernah letih

 

Engkaulah rembulan di padang gelap

Sinarmu lembut, namun menembus gulita

Engkaulah pelita dari langit yang menyapa

Menuntun jiwa dari nestapa menuju cahaya

 

Tak ada mahkota di kepalamu yang mulia

Tetapi seluruh semesta bershalawat padamu dengan suka cita

Tak ada istana tempat engkau bertahta

Namun asmamu tumbuh dalam kalbu yang tak pernah padam

 

Jejakmu di padang pasir bukan hanya tapak

Tapi pelajaran cinta yang tak pernah retak

Yang mengajarkan bahwa sabar adalah kekuatan

Dan kasih adalah senjata paling menawan

 

Wahai Kekasih Allah, penyejuk hati yang terluka

Ijinkan kami bersandar pada syafaatmu kelak di surga

Risalahmu telah sampai ke zaman kami yang jauh

Sehingga rinduku padamu, tak pernah luluh…

ervinaahsanti85@gmail.com   Postingan Lainnya

Wali santri dari M. Alif Akbar Noor (12 IPA 1)