Benakku sedang dikekang oleh rumitnya kehidupan
Jangan sampai kerumitan itu menjadi setetes kepahitan
Yang telah menarik kenikmatan tawarnya air mineral
Yang jika rasa tawar itu akan menjadi sebuah yang istimewa walau sebutir gula
Sebab rasa terkendali dalam hati dan mindset, katanya
Dan apa pun akan terasa bahkan akan sangat terasa, karenanya
Namun, aku tahu bahwa dunia terus berputar
Tetapi tidak harus dalam memutar kepalaku sekarang
Aku pikir, mengejar dalam kesempatan itu harus
Tapi juga harus tahu batasnya
Merasa dalam hati juga harus menyangkutpautkan dengan otak
Ribuan harapan dalam benak dengan satu titik kepastian, itu juga
Menangisi sebuah nyata yang pahit juga harus
walau tidak larut
Aku sekarang mencoba untuk mengerti
Ternyata hanya dengan sepercik sebuah rasa memang selalu dan harus berkaitan
Dengan hati juga putar otak
Sebab munyukainya dengan tulus tanpa menggali tentangnya lebih jauh,
Apakah bisa dinamakan tulus yang sebenarnya?
Kelas 9.3 MTs Al-Tsaqafah, hobi membaca, menulis, dan mendengarkan musik.

