Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah menyelenggarakan Munaqasyah Bahasa Arab bagi santri kelas 12 pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Ujian akhir yang dibuka secara resmi oleh Kepala Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Dr. M.I. Sofwan Yahya, Lc., M.Hum., ini bertujuan menguji kemahiran santri dalam berbahasa Arab secara komprehensif.
Kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan di lantai satu auditorium pesantren pada pukul 07.45 WIB. Selepas dibuka oleh Sofwan dan Dzul Fahmi, rangkaian ujian berlangsung di lantai satu auditorium serta beberapa ruang kelas hingga pukul 12.30 WIB.
Koordinator Bahasa Arab, M. Nahjus Shofa, menjelaskan bahwa munaqasyah ini dirancang sebagai upaya memastikan kualitas lulusan Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah dalam berbahasa asing, khususnya bahasa Arab.
“Kita menekankan langsung ke empat dasar elemen berbahasa, yaitu istima’ (mendengar), kalam (berbicara), kitabah (menulis), dan qira’ah (membaca),” ujarnya.
Ia merinci bahwa keempat kemahiran berbahasa tersebut diujikan secara menyeluruh untuk mengukur kemampuan aktif maupun pasif para santri.

“Pertama adalah Maharah al-Kalam (Kemampuan Bicara), kita menguji mereka dengan berdialog dalam bahasa Arab secara spontan. Kedua, Maharah al-Istima’ (Kemampuan Mendengar), di sini kita menguji daya tangkap mereka dalam mendengar dan menganalisis sebuah video berbahasa Arab. Ketiga, Maharah al-Qira’ah (Kemampuan Membaca), kita menguji mereka dalam membaca suatu cerita. Membaca dalam bahasa Arab itu tidak seperti ngaji. Ada intonasi, titik koma yang harus diperhatikan. Terakhir, Maharah al-Kitabah (Kemampuan Menulis), kami tekankan agar anak tidak hanya pintar ngomong saja, tapi juga mampu menulis, mengarang sebuah tulisan dengan tema tertentu,” tutup Shofa.
Selama ujian berlangsung, para santri kelas 12 menunjukkan penguasaan materi yang baik di hadapan dewan penguji. Salah satu juri Munaqasyah Bahasa Arab, Husni Abdul Majid, mengapresiasi capaian para peserta pada ujian tahun ini.
“Munaqasyah di tahun ini di atas standar rata-rata, hampir 90 persen santri mampu menjawabnya,” ungkap Husni.
Kelancaran ujian tersebut turut dirasakan oleh para peserta yang telah mempersiapkan diri jauh-jauh hari. Salah satu santri kelas 12 peserta munaqasyah, Raden Bambang Ari, menuturkan bahwa kebiasaan belajar secara rutin sangat membantu dirinya saat menghadapi soal ujian.
“Awalnya merasa sulit, tapi karena saya selalu belajar di hari-hari sebelumnya, alhamdulillah saya bisa menjawabnya,” kata Bambang.
Munaqasyah Bahasa Arab ini merupakan tahapan pembuka dari seluruh rangkaian ujian akhir santri kelas 12 di Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah. Selanjutnya, para peserta dijadwalkan menghadapi Munaqasyah Bahasa Inggris pada 14 November 2026 mendatang, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan Munaqasyah Qira’atil Kutub dan Tahfizh al-Qur’an.
Santri kelas 11 Kes 1 Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah
Santri kelas 11 Kes 1 Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah



