Upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Kamis (22/10/2026), berlangsung khidmat dan meriah. Kemeriahan perayaan tersebut salah satunya dihadirkan lewat persembahan Tim Marching Band Al-Tsaqafah yang tampil mengiringi jalannya upacara dengan membawakan lagu “Selawat Asyghil” dan “Mars Al-Tsaqafah”.
Penampilan pada acara besar ini merupakan hasil latihan intensif sejak minggu pertama bulan Oktober. Meskipun baru dibentuk pada bulan September 2025, para santri berhasil memberikan performa terbaik mereka.
“Terhitung dari bulan Oktober sampai sekarang, kami berlatih sekitar delapan kali pertemuan dengan tambahan beberapa kali latihan khusus untuk persiapan Hari Santri ini,” ungkap Zaki, salah satu pelatih Marching Band Al-Tsaqafah.
Dalam penampilannya, tim membawakan “Selawat Asyghil” dan “Mars Al-Tsaqafah”. Zaki menjelaskan, pemilihan selawat didasarkan pada proses transfer materi yang lebih mudah bagi santri baru serta relevansinya dengan lingkungan pesantren.
Sementara itu, “Mars Al-Tsaqafah” merupakan permintaan langsung dari Ibu Nyai Nisrin Said sejak bulan Juli lalu, yang akhirnya terealisasikan pada momentum HSN.
Mengingat padatnya jadwal persiapan, Zaki dan pelatih lainnya, Alif, harus membagi fokus pengajaran.
“Saya menangani bagian pit dan battery (perkusi), sedangkan Kak Alif memegang bagian color guard (bendera) dan pianika,” ujarnya.

Namun, kepadatan jadwal latihan tersebut tidak menyurutkan semangat tim.
“Kami sangat bersyukur karena apa yang ditampilkan anak-anak tadi pagi adalah performa terbaik mereka dengan kondisi persiapan yang cukup padat,” jelas Zaki.
Antusiasme tinggi turut dirasakan oleh para santri. Salah satu pemain Marching Band, Lazuardi Langit, mengungkapkan bahwa tampil pada peringatan HSN memberikan pengalaman yang sangat berharga baginya.
“Tegang awalnya karena tampil buat acara besar, tapi lama-lama enjoy,” ungkap Langit.
Penampilan di momen HSN ini dipandang sebagai langkah awal yang memacu antusiasme tim untuk terus berkembang. Guna memaksimalkan potensi para santri, para pelatih kini memusatkan fokus pada tahap pembinaan selanjutnya.
“Rencana kami setelah Hari Santri ini adalah kembali memperkuat fundamental atau basic. Sehingga nanti kalau kemampuan basic-nya sudah kuat, anak-anak mau memainkan lagu apa pun dan sesulit apa pun sangat bisa,” tutup Zaki.

