Kartografi, Globe, dan Islam

ALTSAQAFAH.ID – Kartografi merupakan sebuah disiplin ilmu yang mempelajari ketampakan atau visualisasi muka rupa bumi yang menggunakan suatu alat dan menghasilkan informasi yang akurat. Dengan kata lain, kartografi atau ilmu pemetaan sama halnya dengan ilmu geografi yang membahas sesuatu yang berada di dalam atau di atas bumi selama hal tersebut memengaruhi permukaan bumi.

Teknologi pemetaan (kartografi) sudah mencapai titik kemajuan yang signifikan, sampai saat ini perkembangannya sangat pesat. Hampir semua perusahaan menawarkan peta foto untuk wilayah kajian yang diinginkan dengan scene tertentu, tingkat resolusi tinggi, dan data spasial yang beragam.

JS Aber (2004) dalam Brief History of Maps and Cartography menuliskan, kartografi atau pembuatan peta merupakan ilmu yang cukup maju di Yunani kuno pada masa itu. Pada masa Aristoteles (350 SM), konsep bahwa bumi berbentuk bulat telah dikenal luas di kalangan filsuf Yunani dan para ahli geografi menerimanya sebagai kebenaran sejak itu. Pada tahun 3000 SM di Babilonia peta tertua dibuat di atas papan dari tanah liat. Sejak saat itu perkembangan keterampilan dalam pembuatan melukis peta terus berlanjut sampai masa Yunani dan Romawi.

Adakah Kontribusi Islam dalam Pemetaan?

Seorang kartografer terkenal dari bangsa Arab adalah Al Idrisi. S. Maqbul Ahmad dalam buku yang berjudul Cartography of al Sharif al Idrisi, menuturkan bahwa Al Idrisi adalah seorang ahli geografi, kartografer, dan pengelana muslim yang dapat disebut sebagai Bapak Geografi dan Peta Modern. Di Eropa Abu Abdullah Muhammad Al Idrisi Al Qurtubi Al Hasani Al Sabti atau yang dikenal dengan Al Idrisi disebut Dresses yang hidup sebelum era Renaissance pada 1100-1165. Sejak umur 16 tahun Al Idrisi berkunjung ke Asia Kecil, ia melakukan perjalanan di sepanjang pantai Perancis mengunjungi Inggris dan melakukan perjalanan secara luas di Spanyol dan Moroko. Sejak kehadiran karya Al-Idrisi, banyak menginspirasi ahli geografi Islam, seperti Ibnu Batutah, Ibnu Khaldun, dan Piri Reis. Petanya juga menginspirasi Christopher Columbus dan Vasco Da Gama.

Al-Idrisi juga memberikan kontribusi besar dalam ilmu tanaman obat dan menulis beberapa buku, yang paling populer berjudul al-Jami-li-Sifat Ashtat al-Nabatat. Dia meninjau dan menyintesis semua literatur tentang masalah ini dan menghubungkan obat-obatan yang tersedia untuknya dari para ilmuwan muslim dengan obat-obatan dari penelitian dan perjalanannya sendiri. Dia menyumbangkan bahan ini untuk subjek botani dengan penekanan pada tanaman obat, menjelaskan nama-nama obat dalam beberapa bahasa termasuk Berber, Syriac, Persia, Hindi, Yunani, dan Latin. Al-Idrisi juga menyeru ilmu yang didapat melalui perjalanan untuk menulis tentang zoologi dan fauna.

Kontribusi terbesar lainnya karya Al Idrisi adalah globe. Butuh 15 tahun bagi Al Idrisi untuk melahirkan sebuah mahakarya dengan membongkar semua diktat dan catatan para ilmuan sebelumnya. Sebanyak 70 lembar peta datar yang sebelumnya ia buat disambungkan dengan membuatnya melingkar sesuai dengan koordinat astronomi, kemudian ia gabungkan dengan bola timah seberat 400 kilogram. Ia juga memasukkan 7 benua dan memasukkan jalur perdagangan, badan air, seperti danau, laut, aliran sungai, daratan tinggi, dan pengunungan.

Karya Al Idrisi di era pramodern merupakan sebuah kemajuan sains paling tua di bidang pemetaan. Sepanjang 300 tahun mahakarya Al Idrisi merupakan peta bumi bulat yang paling akurat dan globe tersebut dapat diputar 180 derajat. Mahakarya dari Abu Abdullah Muhammad Al Idrisi Al Qurtubi Al Hasani Al Sabti dapat menjadi inspirasi bagaimana para ulama terdahulu menyebarkan agama Islam dan membuat peta persebarannya di Nusantara.

Kutipan yang terkenal dari Abu Abdullah Muhammad Al Idrisi Al Qurtubi Al Hasani Al Sabti:

“Bumi itu bulat seperti bola. Perairan melekat terpelihara di atasnya melalui keseimbangan alam. Seperti kuning telur dalam telur. Udara mengitarinya di semua sisi.”

 

 

 

Editor: Senja Bagus Ananda

Dhandhanie628@gmail.com   Postingan Lainnya

Pengajar Ilmu Geografi. Penikmat One Piece. Pendengar Bring Me The Horizon (BMTH)