Catatan Ngaji Tafsir Al-Fakhrur Rozi Bersama Prof.Dr. K.H. Said Aqil Siroj (1)

ALTSAQAFAH.ID – Ahad, 30 Januari 2022, telah diselenggarakan kajian tafsir kitab Al-Fakhrur Rozi yang terkenal dengan sebutan at-Tafsir al-Kabir/ Mafatihul Ghaib yang diampu oleh Abuya K.H. Said Aqil Siroj. Kitab ini merupakan salah satu karya apik Imam Fakhruddin al-Razi dalam ranah tafsir yang sangat fenomenal. Melalui karya inilah, tampil kepiawaian Imam Fakhruddin al-Razi sebagai ulama. Salah satu keistimewaan kitab tafsir ini adalah pembahasan seputar ayat-ayat Al-Qur’an tentang ketauhidan yang diimbangi dengan argumen-argumen rasional. Corak dan perangkat tafsir dalam kitab ini sangat kental dengan kajian kalam, aspek kebahasaan, dan fikih.

Sebelum memulai penjelasannya, Abuya mengenalkan terlebih dahulu sosok ulama yang bernama Fakhruddin al-Razi. Fakhruddin al-Razi merupakan seorang ulama Al-Syafi’iyyah Al-Asy’ariyyah yang kompeten di berbagai keilmuan, seperti ilmu ushul fikih, fikih, ilmu kalam, akidah, tasawuf, filsafat, tafsir, bahkan ilmu kedokteran yang dibuktikan dalam kitabnya yang berjudul Uyun al-Anba fi Thabaqat al-Athibba. Sanad keilmuan Fakhruddin al-Razi bertemu pada Imam al-Ghazali melalui jalur Imam al-Majdi al-Jily yang merupakan murid dari Imam al-Ghazali dan sekaligus guru dari Imam Fakhruddin al-Razi. Hal inilah yang menyebabkan pola kritik yang dilancarkan al-Razi mengikuti pola al-Ghazali dalam mengkritik kalangan filsuf.

Karakteristik yang membedakan al-Razi dari ulama sebelumnya adalah statusnya sebagai generasi akhir thariqat al-muta’akhirin yang mewarnai karyanya dengan kajian filsafat, tasawuf, dan logika Aristotelian.

Kemudian Abuya beranjak pada pembahasan tafsir surat al-Fatihah dalam kitab Mafatihul Ghaib. Tafsir surat al-Fatihah dalam kitab Mafatihul Ghaib merupakan tafsir terpanjang dari kitab tersebut sekaligus tafsir surat al-Fatihah terpanjang dalam kitab-kitab tafsir lainnya. Hal ini dibuktikan oleh ungkapan al-Razi dalam kitabnya:

اعلم أنه مر على لساني في بعض الأوقات أن هذه السورة الكريمة يمكن أن يستنبط من فوائدها ونفائسها عشرة آلاف مسئلة

Ketahuilah bahwa aku pernah menyebutkan surat mulia ini (al-Fatihah) bisa digali faidah dan kandungannya sebanyak sepuluh ribu permasalahan.”

Bahkan menurut al-Razi, lafaz isti’adah dan basmalah mengandung sepuluh ribu masalah. Meski tidak benar-benar menampilkan secara rinci puluhan ribu masalah tersebut, al-Razi mengembangkan seluruh keilmuan yang terkait dengan al-Fatihah sebagaimana terlihat dalam sistematikanya.

Kajian perdana tafsir al-Razi berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh seluruh guru dan staf Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah. Bagi jamaah yang di luar internal pesantren, dapat mengaji tasfir Al-Fakhrur Rozi secara live di Facebook Al-Tsaqafah dan Instagram Al-Tsaqafah setiap hari Ahad dan Kamis pada pukul 20.15 WIB.

 

 

Reporter: Nelly Ayu Apriliani

Editor: Senja Bagus Ananda

media@altsaqafah.id   Postingan Lainnya