Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah menyelenggarakan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/08/2026). Kegiatan yang diikuti oleh seluruh santri dan dewan guru ini berlangsung khidmat di lapangan utama pesantren. Kepala Madrasah Aliah Al-Tsaqafah, Akrom Halimi, bertindak sebagai pembina upacara dan berpesan kepada santri untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan dengan tekun menuntut ilmu.
Dalam amanatnya, Akrom mengajak seluruh peserta untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan serta mengisinya melalui pendidikan, pembelajaran, dan berbagai perbuatan positif.
Ia mengatakan, generasi saat ini mungkin tidak merasakan secara langsung kehidupan masyarakat Indonesia sebelum kemerdekaan. Namun, berbagai cerita dari generasi terdahulu dan catatan sejarah dapat memberikan gambaran tentang beratnya kehidupan bangsa Indonesia pada masa penjajahan.
Ia menuturkan, masyarakat pada masa itu hidup dalam berbagai keterbatasan dan ancaman. Berbeda dengan kondisi saat ini, masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk belajar dan menuntut ilmu, dalam suasana yang relatif aman.
“Jadi pada kali ini kita bisa tenang, kita bisa beraktivitas, itu merupakan sebuah karunia dan nikmat yang sangat besar,” ujar Akrom.
Menurutnya, meskipun generasi sekarang tidak mengalami secara langsung perjuangan mempertahankan dan merebut kemerdekaan, sejarah menunjukkan bahwa para pendahulu tetap belajar, mengaji, dan berusaha di tengah kondisi yang tidak mudah.
“Kita harus mengisi kemerdekaan itu dengan hal-hal yang positif, hal-hal yang baik,” katanya.
Akrom menjelaskan, setiap orang memiliki peran dalam mengisi kemerdekaan sesuai dengan posisinya. Para pendidik, menurutnya, dapat mengambil peran dengan memberikan pengajaran dan menularkan ilmu yang bermanfaat kepada para santri. Sementara itu, para santri dapat berjuang dengan belajar secara tekun serta membentuk sikap dan karakter yang baik.
“Sebagai santri, belajar dengan baik, hormati orang tua, hormati guru, itu semua adalah isi-isi dari pemahaman kemerdekaan saat ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Akrom juga mengingatkan para santri tentang tanggung jawab mereka sebagai calon pemimpin di masa depan. Menurutnya, dalam 20 hingga 30 tahun mendatang, para santri saat ini akan mengambil berbagai peran kepemimpinan, baik dalam lingkup masyarakat, negara, maupun keluarga.
Ia kemudian mengutip hadis Nabi Muhammad saw., “Kullukum ra’in wa kullukum mas’ulun ‘an ra’iyyatihi,” yang berarti setiap orang adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.
Menurut Akrom, kepemimpinan bahkan dimulai dari kemampuan seseorang dalam memimpin dirinya sendiri. Setiap orang harus mampu bertanggung jawab atas penggunaan lisan, mata, telinga, serta seluruh anggota tubuhnya.
“Semoga santri-santri Al-Tsaqafah ini nanti menjadi pemimpin yang bijak,” katanya.
Menutup amanatnya, Akrom mengajak seluruh peserta untuk mendoakan para pejuang dan pahlawan bangsa yang telah gugur dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ia berharap peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk terus mewujudkan kehidupan yang lebih adil dan makmur.
“Semoga hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 ini menjadikan Indonesia lebih adil lagi, lebih makmur lagi, dan menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujarnya.
Usai pelaksanaan upacara, rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah dilanjutkan dengan berbagai perlombaan Agustusan yang diikuti oleh para santri.

