Hikmah di Balik Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail

ALTSAQAFAH.ID – Pada hari raya Iduladha setiap beberapa meter di jalanan terdapat sapi dan kambing. Tercium aroma khas yang menunjukkan hari raya tidak lama lagi akan tiba.

Teringat kepada kisah sang Khalilullah, Nabi Ibrahim a.s. beserta putranya. Betapa kuatnya iman mereka, sampai-sampai Nabi Ismail rela disembelih oleh ayahnya sendiri. Mau bagaimana lagi, itu adalah perintah Allah, Tuhan yang memberikan hidup serta memiliki kuasa untuk mengambilnya kembali.

Malam hari raya adalah malam yang sangat mengharukan. Jutaan orang muslim mengumandangkan takbir, mengesakan Allah Swt. Jiwa-jiwa yang menyatu berkumandang di bawah langitnya Allah Swt.

Pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul di benak kita. Mengapa Allah Swt. memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih Ismail? Apakah Allah Swt. membutuhkan jiwanya Ismail? Mengapa Nabi Ibrahim yang diperintahkan?

Hikmah yang bisa kita petik bahwa kemuliaan butuh pengorbanan. Agar anak bertumbuh sehat dan cerdas, kedua orang tua mengorbankan tenaga dan waktu demi kebaikan anak-anaknya. Untuk menjadi murid yang cerdas, kita perlu mengorbankan hiburan-hiburan sementara dengan tekun belajar. Begitu pun dengan Nabi Ibrahim a.s. untuk mencapai tingkat ketakwaan tertinggi, beliau harus mengorbankan hawa nafsunya berupa cinta kepada anak sehingga tidak tersisa keraguan akan ketakwaan terhadap Allah Swt. Setiap perintah Allah Swt. mengandung hikmah dan sebagian besar hikmahnya tidak diketahui manusia, bahkan Nabi Ibrahim a.s. sendiri.

Hari raya Iduladha ini mengajarkan manusia agar rela berkorban demi kemaslahatan manusia banyak. Ketika kita menyembelih sapi dan kambing, tugas utama kita adalah mengenyangkan perut saudara-saudara kita yang tidak mampu. Kita mengorbankan ego dan harta kita untuk mendapatkan rida Allah Swt. dengan cara menyayangi makhluk-Nya.

Kita dapat belajar dari kambing dan sapi, mereka rela disembelih demi Allah dan demi persatuan umat manusia. Semua pengorbanan itu bisa dimulai dari satu lafaz dengan penuh keyakinan, basmalah.

 

 

Penulis: Ali Akbar Kamil, Alumnus Al-Tsaqafah, Mahasiswa KPI UIN Syarif Hidayatullah

media@altsaqafah.id   Postingan Lainnya