ALTSAQAFAH.ID – Belajar merupakan kewajiban bagi setiap santri untuk bekal menjalani kehidupan. Namun, tak jarang dalam prosesnya, para santri mengalami kendala dalam belajar.
Di tengah padatnya kegiatan pesantren, para santri dituntut menguasai berbagai disiplin ilmu. Maka dari itu, penting untuk menerapkan cara belajar efektif di lingkungan pesantren sehingga para santri mampu memahami dan mengolah ilmu pengetahuan tersebut.
Pada September 2022, santri Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah tengah menghadapi beberapa ujian, yaitu Penilaian Tengah Semester (PTS) dan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Dengan banyaknya mapel yang diujikan, diperlukan cara belajar yang efektif.
Berdasarkan pengalaman belajar santri berprestasi Al-Tsaqafah tahun ajaran 2021-2022, redaksi merangkum cara belajar efektif santri Al-Tsaqafah dalam menghadapi ujian sebagai berikut:
1. Memaksimalkan waktu belajar di kelas (KBM) dengan memperhatikan guru saat menerangkan materi, bukan hanya saat ujian berlangsung.
2. Turut aktif dan kritis atau tajam dalam menganalisis materi yang disampaikan oleh guru di kelas.
3. Mencatat atau merangkum materi yang disampaikan oleh guru di kelas, khususnya materi yang tidak ada di buku referensi.
4. Pahami karakter mata pelajaran karena setiap mapel memiliki tingkat kesulitan yang berbeda, tidak dapat disamaratakan cara belajarnya.
5. Untuk mata pelajaran menghitung, belajar dengan cara mengerjakan latihan-latihan soal.
6. Untuk mata pelajaran kitab kuning, membaca kitabnya secara langsung untuk menambah mufrodat (kosakata bahasa Arab) sekaligus memahami maknanya.
7. Untuk mata pelajaran analisis berbasis teks, biasakan membaca contoh teks dan menganalisis unsur-unsurnya.
8. Untuk mata pelajaran sosial, belajar dapat dilakukan dengan menganalisis isu-isu aktual yang diperoleh dari media massa atau bisa dilakukan dengan berdiskusi dengan teman.
9. Memanfaatkan waktu secara konsisten dengan memahami pola kegiatan di pesantren.
Santri berprestasi yang memberikan tips belajar efektif kepada redaksi, yaitu Muhammad Giyas Yousfa (Kelas 12 IPA 1), Diva Haura Fii Maulidia (Kelas 12 IPA 2), dan Muhammad Reza Ahwaz Jauzy (Kelas 10 IPA 1). (sba)

