ALTSAQAFAH.ID – Pada suatu hari di pos ronda Desa Sukamiskin yang banyak jalanan rusak, ada dua orang yang sedang santai berbincang mengenai banyaknya kasus korupsi di negaranya sambil menjaga keamanan lingkungan, sebut saja mereka Seto dan Nanto.
Mereka adalah warga yang taat pada peraturan dan selalu menjaga keamanan lingkungan masyarakat desa tanpa mengharapkan imbalan.
Waktu sudah menunjukkan larut malam, Seto dan Nanto masih asyik berbincang sambil meminum kopi hitam yang masih hangat untuk menjaga kehangatan tubuh sebab tiupan angin malam sangat menusuk tubuh.
Seto: Nanto, malam ini tumben dingin banget ya?
Nanto: Iya nih tumben, bulu kuduk sampe berdiri semua nih, bisa-bisa kita masuk angin Seto.
Seto: Udah gak apa-apa kita kaya gini, yang penting masyarakat aman, gak ada yang kemalingan.
Nanto: Iya sih, tapi bukannya wakil rakyat yang harusnya menjaga rakyat malah maling duit rakyat, berarti negeri kita belum aman dari maling dong.
Seto: Iya namanya juga manusia Nto, lihat duit matanya jadi ijo. Kalo lihat kamu pengin nabok, hahaha.
Nanto: Lah, lihat mukamu itu, masih mending juga muka saya, hahaha.
Tawa kedua orang tersebut pecah, sampai mereka menahan perut yang sakit karena tawa yang terpingkal-pingkal. Di saat mereka sedang asyik tertawa, Seto melihat ada bayangan hitam yang lompat di belakang rumah warga.
Seketika Seto dan Nanto langsung lari menuju tempat Seto melihat bayangan hitam tersebut dan dugaan Seto benar, ternyata ada orang yang sedang mencuri ayam milik warga.
Seto: Wah, Nto itu ada maling yang lagi mau ngambil ayam milik warga.
Nanto: Iya Set, wah maling, maling, maling, Bapak Ibu ada maling!
Suara teriakan Nanto yang sangat keras terdengar oleh warga di sekitar rumah tersebut. Bagai petir menyambar di siang bolong, si maling pun tidak bisa ke mana-mana, ia telah dikepung oleh warga yang siap menangkapnya dari berbagai arah.
Buk, buk, buk! Pukulan warga terus melayang mengenai tubuh si maling, yang membuat maling tersebut merintih kesakitan.
Si Maling: Ampun, ampun Pak! Ibu saya lagi sakit, saya butuh uang untuk biaya pengobatan ibu saya.
Warga: Halah alasan, paling uangnya dipake buat pasang judi online!
Di saat warga masih terus main hakim sendiri, tiba-tiba datanglah kepala desa yang membuat suasana menjadi sedikit kondusif.
Kepala Desa: Harap tenang semuanya! Jangan main hakim sendiri, mending kita interogasi dulu orangnya.
Warga: Iya Pak silakan, ini lihat isi dompet dari kantongnya.
Kepala desa pun mengambil dompet milik si maling dan saat dibuka dompetnya, kades bertanya kepada si maling.
Kepala Desa: Lho, ini kok SIM sama STNK-nya ada, KTP kamu di mana?
Si Maling: KTP-nya masih ditahan di KPK Pak, belum jadi sampe sekarang, katanya disuruh nunggu 15 tahun.
Saya hanya mencuri ayam digebukin rame-rame, ada pejabat rugikan negara triliunan tidak kalian gebuk rame-rame!
Kepala Desa: Hahaha, masih enak pejabat ya, masih bisa hidup mewah di dalam penjara, ditambah dapat remisi-remisi dari negara yang baik.
Si Maling: Iya Pak, lain kali rumah pejabat yang saya masukin, minimal rumah Bapak yang saya masukin.
Penulis: Zidny Alvin Kaukabin (10 IPA 1)

