ALTSAQAFAH.ID – Pada suatu hari ada seorang anggota dewan berkampanye bahwa dirinya akan mencalonkan kembali di pemilu tahun ini. Dia berteriak di depan para pendukungnya.
“Visi saya membahagiakan rakyat dengan adil, maka perlu ada semangat perubahan.”
Akan tetapi, visi tersebut tidak sesuai dengan kenyataan. Masih banyak masyarakat mengeluh atas kebutuhan hidup. Pada suatu hari ada dua orang sedang membincangkan visi anggota dewan tersebut.
Yusuf: Bagaimana perkembangan rakyat dengan adanya perwakilan rakyat yang memiliki visi “Membahagiakan rakyat dengan adil”?
Budi: Ongkos politik menjadi anggota dewan di ibu kota saja mencapai 40 miliar. Perlu penghasilan 666 juta per bulan selama lima tahun untuk balik modal. Bagaimana bisa membahagiakan rakyat?
Kondisi rakyat masih sama dengan sebelum-sebelumnya. Visi tersebut tidak menggambarkan kenyataan di lapangan, bahkan kalau dilihat-lihat banyak anggota dewan yang memamerkan kekayaan dan mobil mewahnya. Mungkin visi yang tepat, “Kebahagiaan rakyat telah terwakilkan.”
Yusuf: ha ha ha, ya pantas saja dibilang seperti itu. Bukannya membahagiakan rakyat malah mewakili kebahagiaan rakyat.
Penulis: Salwa Maulida (Kelas 11 IPA 2)

