Samar-samar sesaat terasa
Mengejar ke depan tertarik ke belakang
Berdiri tegak bertahan, menahan
Tangan terkepal keras, diri bulat bertekad
Tebal tipuan terbayang pahitnya
Rasanya begitu terikat namun tersirat
Kau ini apa? cukup lepas maka kau bebas
Apa peduli kicauan burung di sekitarnya
Maka apabila awan menggelap biarlah menjadi hujan
Namun lagi-lagi tipuanmu membohongimu
Walau hujan kadang memanggil petir
Walau petir bisa menembus angin
Tapi kutahu waktu membawanya lebih baik
Maka gelap terganti oleh terang
Dan derunya menjadi tenang
Penulis: Kayla Ramadhani (Kelas 10 IPS 2)

