ALTSAQAFAH.ID – Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah mengadakan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. pada Jum’at (26/09/2024). Acara yang berlangsung di Auditorium Al-Tsaqafah ini dipimpin langsung oleh Abuya Prof.Dr. K.H. Said Aqil Siroj dan dihadiri oleh para guru, santri, dan tamu undangan.
Dalam ceramahnya, Buya Said menjelaskan bahwa sunah Rasulullah itu ada tiga. Sunah Qouliyyah, Sunah Fi’liyyah, dan Sunah Taqririyyah. Namun, banyak orang yang tidak mengetahui jenis sunah yang terakhir tersebut.
“Sunah Rasulullah itu ada tiga. Pertama, sabda-sabdanya itu namanya Sunah Qouliyyah. Kedua, perbuatannya itu namanya Sunah Fi’liyyah. Yang ketiga, ini yang banyak orang enggak tahu. Yang mengucapkan bukan Rasulullah, tapi orang lain. Yang melakukan bukan Rasulullah, tapi orang lain. Tapi (ucapan dan perbuatan tersebut) dibenarkan oleh Rasulullah. Namanya Sunah Taqririyyah,” jelas Buya.
Menurut Buya, Maulid Nabi yang berisi puji-pujian kepada Rasulullah termasuk ke dalam sunah yang ketiga ini, bukan bidah.
“Beliau (Rasulullah) tidak pernah perintah orang buat muji-muji. Tapi, ketika ada orang memuji, beliau tidak melarang, bahkan membenarkan. Suatu ketika Rasulullah selesai salat Subuh, tiba-tiba ada seorang penyair datang namanya Ka’ab bin Zuhair bin Abi Salman. Dia memuji-memuji Rasulullah. Nabi dipuji-puji, tapi tidak melarang. Tidak bilang bidah itu. Enggak itu. Artinya apa? Muji-muji Rasulullah itu Sunah Taqririyyah, bukan bidah,” tambah Buya.
Salah satu tamu undangan, K.H. Abdul Hadi, mendoakan agar para santri dapat memahami dan menyampaikan kalam-kalam Buya Said dengan baik.
“Semoga para santri Al-Tsaqafah dapat memahami dan menyampaikan ulang dawuh Buya Said,” tuturnya.
Dalam acara peringatan Maulid Nabi ini, turut hadir anggota DPR RI, Dr. Helmy Faishal Zaini dan mantan asisten Gus Dur, H. Sulaiman. Acara diakhiri dengan ramah-tamah dan berlangsung dengan lancar.
Reporter: Najuba Uzuma (XI IPA 1)

