Peringatan Maulid Nabi di Al-Tsaqafah, Kiai Joko Tingkir: Senjata Ampuh Hadapi Tantangan Zaman

Penceramah K.H. Ihya Ulumuddin, yang akrab disapa Kiai Joko Tingkir, menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar perayaan seremonial. Menurutnya, Maulid adalah “senjata ampuh” bagi umat Islam untuk menghadapi tantangan zaman, terutama paham jahiliah modern seperti materialisme dan hedonisme.

Hal tersebut ia sampaikan dalam acara peringatan Maulid Nabi di Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Jakarta, Sabtu (6/9/2025). Acara ini turut dihadiri oleh Abuya Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj, Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, serta berbagai tokoh lainnya.

Kiai Joko Tingkir mengawali tausiahnya dengan memaparkan konteks historis perayaan Maulid. Ia menjelaskan, tradisi ini bermula pada masa pemerintahan Malik Mudhaffar, ipar dari pahlawan besar Islam, Salahuddin al-Ayyubi. Saat itu, Malik Mudhaffar tengah memobilisasi kekuatan umat untuk menghadapi invasi tentara Salib.

“Kemudian Salahuddin al-Ayyubi menjadikan momen Maulid sebagai senjata ampuh untuk menggelorakan semangat umat Islam (dalam Perang Salib),” terangnya.

Menurut Kiai Joko Tingkir, semangat perlawanan yang digelorakan melalui Maulid Nabi harus terus relevan hingga kini. Ia menyoroti bahwa umat Islam saat ini tidak lagi berhadapan dengan tentara fisik, melainkan “musuh” yang lebih dahsyat, yaitu paham-paham yang bertentangan dengan nilai agama.

“Kita perangi paham materialisme yang memaksakan kehidupan seseorang untuk menjadi materialistis. Kita perangi paham hedonisme yang mengajarkan kehidupan hanya untuk hari ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia juga mengidentifikasi adanya faktor internal yang menyebabkan kemunduran umat Islam. Faktor tersebut, antara lain, adalah hilangnya pemahaman Islam yang komprehensif serta dangkalnya interaksi dengan ajaran agama yang otentik.

“Sekarang banyak orang belajar gurunya bukan Syekh Kiai Haji, tapi Syekh YouTube, ngaji kitabnya bukan Kifayatul Akhyar, tapi Kifayatut Tiktok, astagfirullah, astagfirullah,” pungkasnya.

Acara peringatan Maulid Nabi di Al-Tsaqafah ini berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh ratusan jemaah yang terdiri dari  para santri, staf, guru serta tamu undangan, seperti Prof. Dr. Muhammad Syarifani (Islamic Cultural Center Iran). Selain tausiah, acara juga diisi dengan pembacaan Maulid Al-Barzanji dan selawat.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini merupakan salah satu dari rangkaian acara keagamaan yang rutin diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah untuk menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW di kalangan umat Islam, secara umum, dan para santri, secara khusus.

media@altsaqafah.id   Postingan Lainnya