Kiai Said: Tidak Saya Akui Santri Al-Tsaqafah Jika Tak Peringati Isra Mikraj dan Maulid Nabi

Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Abuya Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siradj, menyampaikan pesan mendalam sekaligus peringatan tegas kepada para santri dalam peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad Saw., Kamis (15/01/2026), di Auditorium Al-Tsaqafah. Beliau menekankan pentingnya menjaga tradisi keagamaan sebagai identitas santri, terlepas dari profesi yang akan digeluti di masa depan.

Dalam ceramahnya, Kiai Said mewanti-wanti para santri agar tetap menggelar peringatan Isra Mikraj dan Maulid Nabi meskipun nantinya telah menjadi orang sukses. Beliau berpesan agar kesibukan jabatan tidak membuat mereka lupa pada akar tradisi pesantren.

“Tidak saya akui santri Al-Tsaqafah kalau kamu nanti enggak (peringati) Isra Mikraj, enggak (peringati) Maulid Nabi,” tegas Kiai Said.

Mustasyar PBNU tersebut bahkan menyatakan tidak akan memberikan pengakuan di hari kiamat kelak bagi mereka yang meninggalkan tradisi pesantren tersebut.

“Di akhirat nanti saya juga tidak mengakui. Ini bukan santri Al-Tsaqafah, bukan,” jelasnya.

Pesan ini disampaikan Kiai Said sebagai penutup setelah memaparkan betapa beratnya perjuangan Rasulullah sebelum mengalami mukjizat Isra Mikraj. Sebelumnya, beliau menguraikan konteks historis yang melatarbelakangi peristiwa Isra Mikraj, yakni masa-masa tersulit yang dialami Rasulullah atau yang dikenal dengan ‘Amul Huzni (Tahun Kesedihan).

“Nabi Muhammad kehilangan orang yang mendukungnya, membelanya, dan melindunginya. Pamannya meninggal dunia. Tidak lama, istrinya yang tercinta, Sayyidah Khadijah Al-Kubra, meninggal dunia. Maka disebut ‘Amul Huzni, tahun yang sangat penuh duka,” ujarnya.

media@altsaqafah.id   Postingan Lainnya