ALTSAQAFAH.ID – Divisi Keagamaan Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah bekerja sama dengan Ikatan Pelajar Ma’had Ali Al-Tsaqafah (IPMAA) mengadakan pelatihan khatib Jumat, bilal, dan muazin untuk santri putra kelas 11 dan 12. Pelatihan Khotbah Jumat (PKJ) ini diselenggarakan di Auditorium Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah pada hari Sabtu, 15 Oktober 2022. PKJ dimulai usai kegiatan jemaah salat Isya di masjid hingga pukul 23.00 WIB.
Ketua Divisi Keagamaan Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Nudia Amburika menjelaskan tujuan dan pentingnya pelatihan PKJ bagi santri putra.
“Bagi kelas 12, hal tersebut bertujuan agar pelatihan dapat menjadi bekal mereka untuk terjun langsung di ranah masyarakat setelah lulus dari pesantren, sedangkan bagi kelas 11, nantinya dapat menjadi penerus bagi khatib santri di Masjid Al-Tsaqafah yang akan bertugas sebagai khatib Jumat menggantikan kelas 12. Karena selain dari guru dan alumni, santri kelas 12 juga bertugas sebagai khatib Jumat,” jelas Nudia.
Dalam pelatihan tersebut, para santri sangat antusias dan saksama mendengarkan materi yang disampaikan. Materi yang disampaikan, yaitu salat Jumat, rukun-rukun khotbah, syarat-syarat khotbah dan khatib, sunah khotbah, dan lain-lain.
Kemudian pemateri PKJ, Ahmad Faizin, selaku guru pengampu ushul fiqh dan perbandingan mazhab di Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah menyampaikan antusiasme peserta mengikuti pelatihan.
“Banyak santri yang antusias dan melontarkan berbagai pertanyaan yang aktual atau yang sering kali terjadi pada salat Jumat,” ujar Faizin.

Faizin menambahkan bahwa pelatihan ini sangat penting, mengingat masih banyak beberapa yang belum paham atau belum menguasai betul tentang bagaimana khotbah Jumat yang baik.
“Yang terpenting untuk diperhatikan dalam khotbah adalah bagaimana syarat dan rukun khotbah itu dilakukan dengan baik, mulai dari membaca hamdalah, selawat, wasiat takwa, membaca ayat Al-Qur’an, dan doa untuk muslimin muslimat pada khotbah yang kedua, yang semuanya harus menggunakan bahasa Arab. Bahkan dalam keadaan tertentu atau misalkan khatib uzur untuk datang, maka hendaknya seseorang maju dan bacakan rukun-rukunnya saja dan sedikit nasihat, maka sah khotbahnya karena salat Jumat akan menjadi sah jika didahului dua khotbah yang sah pula,” imbuh Faizin.
Iqbal Dirmansyah, santri kelas 11, salah satu peserta PKJ juga merasa puas karena sangat teredukasi mengenai salat Jumat dan khotbahnya.
“Saya puas sekali dengan acara tersebut, selain dapat membangun potensi untuk menjadi khatib, diajarkan juga makharijul huruf yang tepat pada kalimat azan,” ulas Iqbal.
Divisi Keagamaan Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah dan pengurus lainnya berharap PKJ dapat terlaksana secara kontinu setiap tahun. (Nly)

