Rasa

Sekedar Bayang-Bayangnya

Samar-samar sesaat terasa Mengejar ke depan tertarik ke belakang Berdiri tegak bertahan, menahan Tangan terkepal keras, diri bulat bertekad Tebal tipuan terbayang pahitnya Rasanya begitu terikat namun tersirat Kau ini apa? cukup lepas maka kau bebas Apa peduli kicauan burung di sekitarnya Maka apabila awan menggelap biarlah menjadi hujan Namun lagi-lagi tipuanmu membohongimu Walau hujan […]

Sekedar Bayang-Bayangnya Read More »

Teras Masjid yang Basah

ALTSAQAFAH.ID – Hujan tadi malam mengguyur seluruh kota. Rintik airnya yang banyak bagai serbuan prajurit membasahi seluruh sudut dan sisinya. Kalau tidak percaya, cobalah tengok dahan dan ranting. Pohon dan kebun basah semua. Lebih dari itu, selokan-selokan pun meluap dan jalan serta lapangan dipenuhi genangan air. Hari masih gelap dan matahari belum keluar dari sarangnya.

Teras Masjid yang Basah Read More »

Mengenang K.H. Mahrus Aly Melalui Prof.Dr. K.H. Said Aqil Siroj

ALTSAQAFAH.ID – Tanggal 6 Ramadan 1405 Hijriah, tepatnya hari Ahad malam Senin, 26 Mei 1985, Indonesia dan Nahdlatul Ulama (NU) kehilangan tokoh kharismatik. Sosok kiai yang tegas dan arif, K.H. Mahrus Aly yang saat itu menjadi pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur wafat karena sakit. K.H. Mahrus Aly masih termasuk paman (uak) Buya Said.

Mengenang K.H. Mahrus Aly Melalui Prof.Dr. K.H. Said Aqil Siroj Read More »

Demokrasi Fasis

ALTSAQAFAH.ID – Anda tak perlu heran dengan judul di atas karena penulisnya memang gila. Jadi, mohon dimaklumi jika kata-katanya suka campur aduk tak jelas dan menimbulkan kontradiksi. Tentu dunia normal Anda sulit menerima model kontradiksi semacam ini. Kalaupun bisa menerima, pastinya setelah Anda mencerna dan berpikir terlebih dahulu sehingga tampak serasi dan seirama sesuai logika.

Demokrasi Fasis Read More »

Humor: Menampar Wajah Sendiri

ALTSAQAFAH.ID – Suatu hari di sebuah rumah yang terletak di kota besar ada seorang kakak beradik yang sedang menonton televisi. “Malaysia mengeklaim batik dan wayang itu berasal dari negara Malaysia.” Adik: Ih, Kak lihat deh masa Malaysia ngaku-ngaku batik dan wayang berasal dari sana. Kakak: Iya ini, berita di hp kakak juga isinya tentang itu,

Humor: Menampar Wajah Sendiri Read More »

Dukaku Tuk Negeri

Mengapa tak selaras pengetahuan dan lisan Habislah kami ratusan ribuan Sebab tak berjalan sesuai perjanjian Mata bersaksi tapi bagai buta Kami bersuara tapi bagai bisu Mereka mendengar tapi bagai tuli Berharap bisa berlari mengejar negeri asing Bukan tak mampu namun terhalang Konon katanya negara berkembang Nyantanya sudah cukup terkekang Kami tahu tapi tak mengerti Kami

Dukaku Tuk Negeri Read More »

Rumah

Hikayat ini sederhana adanya Bak rumah kita yang penuh cinta bersama Aku berlindung tahta atap yang hangat Di rumah ini ku kembali dan bersandar Dua kuadrat dan pondasi perikasih Rangkulan ibu jadikan perisai hari Aku terlelap dalam kapuk terkasihi Rumah inilah yang ku rindu Rintik tangis berderai Aku ingin ku kembali Aku berlindung, terlelap, dan

Rumah Read More »

Bualan Sang Penyair

sang penyair bergelimang cinta melukiskan puisi tersirat makna indah terasa oleh panca indra tenggelam dalam pusaran jiwa aku ingin indah dilukis olehnya menari dalam sanubari gubahan penuh emosi aku ingin indah dipeluk kiasan terdekap diksi rasa bait-bait suka cita tapi serigala bisa terasa bak beludru kehangatan yang menerkam pilu meruntuhkan dinding cinta nyatanya halimun

Bualan Sang Penyair Read More »

Harap pada Karsa

ku, di ujung kota menatap dunia jauh di sana bagai kertas biru yang mengelap jendela penuh debu ku, di ujung kota menatap alam semesta bagai kanvas putih yang tertumpah cat abu coretan ini memberitakan kabut abu merangkap cahaya mengabarkan kegelapan bahkan ku tak tahu jenis senyawa apa yang terhirup air, sampaikan duka ini ke tiap-tiap

Harap pada Karsa Read More »