ALTSAQAFAH.ID – Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah menerima kunjungan silaturahmi dua tokoh Islam, yaitu Syekh ‘Ahid Abu al-‘Atha dari Palestina dan Prof.Dr. Sayed ‘Azman dari Malaysia pada Minggu (09/06/2024). Kehadiran kedua tokoh disambut langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Prof.Dr. K.H. Said Aqil Siroj. Di depan santri Al-Tsaqafah, kedua tokoh tersebut menceritakan perjuangan bangsa Palestina dan menyemangati para santri untuk terus menuntut ilmu.
Syekh ‘Ahid Abu al-‘Atha menyampaikan bahwa bangsa Palestina meyakini tidak akan lama lagi bebas dari Israel meski Israel terus menyerang dengan kejam.
“Semua mengira atau meyakini bahwa kemerdekaan Palestina, Masjidilaqsa jauh, entah kapan. Setelah Israel menyerang Gaza dengan membabi buta dan masyarakat Gaza Palestina tegar, tidak surut, tetap melawan. Kita yakin Masjidilaqsa tidak akan lama lagi akan bebas dari Israel, insyaallah,” kata Syekh ‘Ahid diterjemahkan oleh Prof.Dr. K.H. Said Aqil Siroj.
Syekh ‘Ahid Abu al-‘Atha juga memberi semangat kepada santri Al-Tsaqafah agar senantiasa belajar Al-Qur’an dan menguasai ilmu pengetahuan. Karena dengan bekal tersebut, para santri mampu membimbing umat dan paham cara membebaskan Palestina.
“Kalau kamu sekalian berilmu agama, paham tentang Al-Qur’an, maka kamu akan mengajarkan ke masyarakat bagaimana cara membebaskan Masjidilaqsa Palestina dari Israel. Yang mempunyai ilmu, sangat menguasai ilmu pengetahuan siap atau mampu untuk membimbing umat,” ujar Syekh ‘Ahid.
Pada kesempatan yang sama, Prof.Dr. Sayed ‘Azman dari Malaysia juga memberi semangat kepada para santri untuk terus menuntut ilmu. Ilmu menjadi sumber kekuatan dalam kehidupan untuk membina umat karena umat seluruh dunia saat ini sedang menghadapi ujian yang begitu besar, khususnya bangsa Palestina.
“Ujian yang besar yang dihadapi Palestina, bukan lagi ancaman-ancaman dalam bentuk kebendaan, tetapi ancaman dalam bentuk nyawa, nyawa lebih dari dua juta saudara-saudara kita di Palestina yang tidak terbela. Maka, tanamkanlah keyakinan dengan ilmu itu kita jadikan bekal untuk memberi hikmat kita kepada umat, bukan saja di Indonesia, tetapi insyaallah di seluruh dunia, khususnya kita pertahankan bumi Palestina yang merupakan bumi yang dimuliakan oleh Allah dan Rasulnya,” ujar Dr. Sayed.
Syekh ‘Ahid menceritakan bahwa kebanyakan para pejuang Hamas atau Fatah yang melawan Israel adalah penghafal Al-Qur’an.
Selain itu, Syekh ‘Ahid menceritakan kekejaman Israel yang telah menghancurkan universitas, madrasah, ma’had, majelis taklim, rumah, jalan, bahkan rumah sakit. Namun, alhamdulillah anak-anak Palestina masih terus belajar dan mengaji di kemah-kemah sampai sekarang.
Meskipun mengungsi di kemah-kemah, ungkap Syekh ‘Ahid, Israel terus mengejar tanpa belas kasihan kepada Palestina, anak kecil pun dibunuh. Tentara Israel tiap hari membunuh ratusan anak kecil. Terkini, dalam dua jam Israel membunuh 210 orang yang berada di perkemahan.
Menurut Syekh ‘Ahid, Pesantren Al-Tsaqafah mempunyai andil besar melahirkan alumni yang akan menjadi ulama-ulama dan menjadi santri Al-Tsaqafah merupakan bagian dari nikmat Allah.
Syekh ‘Ahid mengajak para santri untuk bergandengan tangan dengan anak-anak Palestina dan akan menunjukkan foto-foto santri Al-Tsaqafah kepada anak-anak di Gaza bahwa santri Al-Tsaqafah juga bagian dari teman mereka agar anak-anak di Gaza bahagia dan terus semangat.
Di akhir sambutan, Syekh ‘Ahid menyampaikan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada pemerintah Indonesia, ormas-ormas yang selalu bersikap mendukung Palestina.
Prof.Dr. K.H. Said Aqil Siroj dalam sambutannya menegaskan bahwa Indonesia terus mendukung Palestina dan mengutuk tindakan Israel meski negara-negara Arab kebanyakan diam. Tidak akan ada hubungan diplomatik dengan Israel selama Israel tidak mengakui eksistensi Palestina.
Acara diakhiri dengan penyerahan cendera mata dan pengalungan serban Palestina-Indonesia dari Syekh ‘Ahid Abu al-‘Atha (Palestina) kepada Prof.Dr. K.H. Said Aqil Siroj.

