ALTSAQAFAH.ID – Duta Besar China untuk Indonesia, Lu Kang bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah. Kehadiran Dubes China disambut baik oleh Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Abuya Prof.Dr. K.H. Said Aqil Siroj.
Di awal sambutan, Kiai Said menyampaikan bahwa Islam itu artinya damai, maka tidak benar kalau ada gerakan Islam dengan menggunakan kekerasan, apalagi terorisme.
Kiai Said menjelaskan Islam di China saat ini telah berkembang dengan baik dan menepis hoaks yang gencar ditujukan ke Pemerintah China.
“Islam yang datang ke negeri China jauh lebih dahulu daripada di Indonesia. Sekarang umat Islam di China bebas menjalankan ibadahnya dengan damai, maka tidak benar kalau ada isu bahwa Pemerintah China menindas umat Islam,” ujar Kiai Said saat menyambut Dubes China untuk Indonesia, Kamis, 2 Juni 2022 di Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah.
Kiai Said menambahkan, Islam saat ini berkembang di China, banyak masjid dan imamnya diberi gaji oleh Pemerintah China. Terdapat juga pesantren yang menggunakan kitab kuning yang cara memberikan maknanya sama dengan pesantren di Indonesia.
Menurut Kiai Said, tokoh-tokoh muslim dahulu yang terkenal dengan panggilan wali, penyebar agama Islam di nusantara banyak yang berketurunan China. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan umat Islam China dan nusantara sejak dulu sudah erat sebelum berdirinya kerajaan-kerajaan Islam dan Negara Republik Indonesia.
Saat ini, lanjut Kiai Said, Pemerintah China selalu bersama negara-negara muslim. China menjalin hubungan baik dengan negara-negara Islam, di antaranya Iran, Suriah, Sudan, Al-Jazair, Libya, Mesir. Di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), China selalu mendukung kemerdekaan Palestina dan mengutuk tindakan Israel.
Meski sudah menjadi negara besar dengan kemajuan di berbagai bidang, kata Kiai Said, China tetap menjaga budaya dan tradisinya.
Pada akhir sambutan, Kiai Said menyampaikan terima kasih kepada Duta Besar China Lu Kang atas kunjungannya ke Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah. (sba)

