ALTSAQAFAH.ID – Ketua Umum PBNU K.H. Said Aqil Siroj berziarah ke makam K.H. Muslim Rifai Imampuro atau Mbah Liem di Klaten pada 17 November 2021.
Kiai Said menjelaskan tujuan datang untuk berziarah ke makam Mbah Liem. Menurutnya, Mbah Liem merupakan sosok yang dihormati para kiai.
“Tujuannya ziarah kubur Mbah Muslim. Beliau sangat dihormati Gus Dur dan para kiai-kiai lainnya,” ujar Kiai Said yang dikutip ALTSAQAFAH.ID.
Kiai Said mengenang bahwa sudah empat kali berkunjung ke pesantren Mbah Liem, yang pertama kali bersama Gus Dur. Kedatangan Kiai Said sekaligus ingin menyambung silaturahmi dengan zuriyah (keturunan) Mbah Liem.
Selain itu, Kiai Said memiliki kebiasaan berziarah ke makam para wali dan para ulama sebagai bentuk rasa hormat sekaligus wasilah doa agar senantiasa dapat mengemban amanah.
Mbah Liem dan “NKRI Harga Mati”
Frasa “NKRI Harga Mati” seringkali kita dengarkan dan ucapkan. Frasa tersebut kini telah menjadi slogan nasional untuk mengungkapkan rasa kecintaan rakyat Indonesia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Banyak yang tidak mengira bahwa pencetusnya adalah seorang ulama karismatik, yaitu K.H. Muslim Rifa’i Imampuro (Mbah Liem).
Mbah Liem adalah pendiri Pondok Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti di Klaten. Dalam berbagai kegiatan di pondok, pertemuan kiai maupun acara-acara umum, Mbah Liem selalu meneriakkan slogan “NKRI Harga Mati”.
Menurut putranya, Saifudin Zuhri, slogan itu mulai didengungkan oleh ayahnya sejak sekitar tahun 1994-1995 saat pondok pesantren berdiri.
Saifudin mengungkapkan bahwa Mbah Liem pernah menulis, “Dari mana pun kebangsaannya, yang ingin mengganti dasar negara Pancasila, saya, dhoif muslim (Mbah Liem) wajib mengingatkan, mengingatkan.”
Kecintaannya pada NKRI, salah satunya ditunjukkan Mbah Liem saat berpidato yang tema utamanya selalu tentang kebangsaan. Dalam setiap acara, Mbah Liem selalu mengatakan “NKRI Pancasila Aman Makmur Damai Harga Mati.”
Di pesantrennya setiap setelah salat berjamaah, para santri diwajibkan membaca doa untuk umat Islam, bangsa, dan negara Indonesia yang di dalamnya terselip doa “NKRI Pancasila Aman Makmur Damai Harga Mati.”
Mbah Liem adalah keturunan Kiai Imampuro, ulama ternama dari Keraton Surakarta. Penampilannya sangat sederhana dan nyentrik, dekat dengan masyarakat pedesaan hingga petinggi negara.
Mbah Liem dikenal sangat akrab dengan Gus Dur, bahkan menjadi salah satu pembela utama atau ada yang menyebutnya sebagai guru spiritual Gus Dur.
Dalam struktur Nahdlatul Ulama (NU), Mbah Liem tidak pernah tercatat sebagai pengurus. Namun, Mbah Liem sangat dihormati oleh para kiai dan kiprahnya dalam membesarkan NU tidak ada yang meragukannya.
Mbah Liem meninggal pada Kamis, 24 Mei 2012 saat berusia 91 tahun. Makamnya berada di sebuah joglo kompleks pondok pesantren. Bangunan Jawa itu dinamai Joglo Perdamaian Umat Manusia Sedunia. (sba)
Editor: Senja Bagus Ananda

