Kepada Wali Santri, Kiai Said: Al-Tsaqafah Membina Kecerdasan, Cita-Cita, dan Spiritualitas Santri

ALTSAQAFAH.ID – Silaturahmi wali santri baru bersama Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Prof.Dr. K.H. Said Aqil Siroj pada Tahun Ajaran 2023-2024, Minggu (16/7/2023).

Silaturahmi tersebut bertempat di Auditorium Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah yang dihadiri oleh pengasuh, pengurus, wali kelas, dan wali santri baru.

Dalam silaturahmi tersebut, Kiai Said mengibaratkan guru-guru di Pesantren Al-Tsaqafah seperti Siti Asiyah istrinya Firaun yang mendidik Nabi Musa dengan kebaikan, imroatun mukminah abidah mukhlisoh sehingga Nabi Musa tidak terpengaruh di tengah-tengah istana Firaun yang isinya kekufuran, kefasikan, dan kemaksiatan.

“Guru-guru di pesantren ini bagaikan Siti Asiyah yang menjaga kebaikan, keselamatan putra-putri Bapak dan Ibu semuanya. Kalau sudah selamat, putra-putri Bapak dan Ibu tidak akan terkontaminasi dengan keadaan seperti sekarang. Allah akan menjaga putra-putri Bapak dan Ibu mencintai iman. Kalau sudah mencintai iman, benci kekufuran, benci kemaksiatan,” jelas Kiai Said.

Kiai Said menjelaskan bahwa insyaallah Pesantren Al-Tsaqafah ini mendidik anak-anak dengan sangat baik, bukan hanya akalnya, emosinya, tetapi juga spiritualitasnya.

Kecerdasan anak kita, lanjut Kiai Said, digunakan untuk mengetahui kebenaran dari Allah, annafsu nathiqah. Di pesantren inilah, kecerdasan anak-anak akan dibina, dikembangkan, dan dipertajam sehingga akan menjadi anak yang cerdas.

Tidak sebatas annafsu nathiqah, tetapi pesantren juga akan membina alquwwatul mutakhayyilah, kekuatan yang mengandung cita-cita, harapan. Isinya ada himmah dan azimah sehingga akan menjadi anak yang tidak mudah putus asa, siap berkorban, siap berkompetisi, dan memiliki visi dan misi. Ketika di tengah-tengah masyarakat, siap memberikan kebaikan.

Kiai Said mencontohkan pemimpin yang mentalnya besar, yaitu Nabi Muhammad saw., seorang pemimpin yang bertanggung jawab, begitu juga dengan para sahabatnya, serta para ulama, wali songo, K.H. Hasyim Asy’ari, hingga Bung Karno yang memiliki cita-cita besar.

Selain membina annafsu nathiqah dan alquwwatul mutakhayyilah, pesantren juga membina annafkhah robbaniyah, alquwwaturruhaniyah, kekuatan spiritual, kekuatan qalbu, biliman wa taqwa wal mahabbah, wal khasyah, wassakinah, wa tumakninah.

Kiai Said juga mengungkapkan rasa bahagianya karena wali santri memberi kepercayaan menitipkan anak-anaknya menjadi santri di Pesantren Al-Tsaqafah.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang sangat luar biasa. Insyaallah kita akan saling tafahum, saling taqarub, dan saling taawun. Saling pengertian, saling kerja sama, saling bergandengan tangan untuk memajukan, mendorong lebih maju lagi Pesantren Al-Tsaqafah. Berangkat dari saling percaya, insyallah ala barokatillah,” ungkap Kiai Said.

Pada kesempatan yang sama, K.H. Ja’far Siddiq wali santri asal Bangka Belitung, mewakili wali santri baru menyampaikan pesan agar para wali santri ikhlas memondokkan anaknya di Pesantren Al-Tsaqafah.

“Sahabat-sahabat wali santri, saya berharap ikhlas memondokkan anak di pondok ini, jangan ikut campur, didaktik dan metodik Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah agar anak-anak kita berhasil memiliki ilmu yang manfaat, barokah,” ujar Kiai Ja’far.

Kiai Ja’far juga mengingatkan agar wali santri tidak egois, hanya memasrahkan anak-anaknya sepenuhnya kepada guru, tetapi juga harus mendoakan anak-anaknya dengan salat tahajud.

Selain itu, dalam silaturahmi ini, disampaikan juga profil Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah yang meliputi sejarah pendirian, kurikulum pendidikan, visi misi, kelembagaan, hingga sistem kepengasuhan santri.

Wali santri baru juga diberi kesempatan untuk bertemu dengan wali kelas atau wali asuh agar terjalin komunikasi yang baik. (sba)

media@altsaqafah.id   Postingan Lainnya