Kertasku …
kukira kau hanya lembaran
nyatanya kau lebih dari kenangan
Kertasku …
garismu tempatku mengeluh
tempat tintaku mengadu
Kertasku …
putihmu kesempatanku mewarna
kosongmu menjadi benakku berangan
Kertasku …
kau pun bisa melebur jiwa
menjadi prolog dan epilog tiap titik bahagia
Kertasku …
satu lembarmu
menjadi seribu kalimatku
Penulis: Silvya Amjad Zahiroh (Kelas 10 IPA 2)

