ALTSAQAFAH.ID – Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. dengan perantaraan malaikat Jibril untuk dibaca, dipahami, dan diamalkan sebagai petunjuk atau pedoman hidup bagi umat manusia. Membacanya terhitung sebagai ibadah dan tidak akan ditolak kebenarannya.
Kebenaran Al-Qur’an sampai saat ini justru semakin terbukti dengan usaha-usaha pemeliharaan Al-Qur’an melalui hafalan yang dilakukan dari generasi ke generasi. Selain itu, menghafalkan Al-Qur’an bisa dikatakan sebagai langkah awal untuk memahami kandungan Al-Qur’an.
Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah menjadi salah satu bagian yang turut melestarikan Al-Qur’an dengan mengadakan program menghafal Al-Qur’an untuk para santrinya. Program tersebut terdiri dari program tahsin dan program tahfiz.
Program tahsin memiliki tujuan, yaitu memperkenalkan mushaf Utsmani, melatih pengucapan huruf hijaiah sesuai makhraj yang benar, menerapkan ilmu tajwid dalam setiap bacaan Al-Qur’an, memperkenalkan macam-macam tanda baca Al-Qur’an beserta artinya, dan membiasakan bacaan Al-Qur’an yang sesuai ilmu tajwid kepada para santri.
Adapun program tahfiz memiliki tujuan, yaitu melatih daya ingat santri, melatih tanggung jawab santri dalam menjaga hafalan, meningkatkan kualitas hafalan santri, dan menjadi bekal santri setelah lulus dari pesantren.
Dalam prosesnya, diperlukan niat yang ikhlas, khususnya bagi para pengajar Al-Qur’an. Berikut nasihat penting Kiai Ihsan Said al-Hafiz, pembina tahfiz Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah untuk para pengajar Al-Qur’an:
1. Tidak semua orang punya kesempatan belajar dan mengajar Al-Qur’an, maka mari kita jadikan kegiatan tahfiz-tahsin ini sebagai sarana untuk mengamalkan hadis Nabi:
خيركم من تعلم القرآن وعلمه
“Sebaik-baik manusia adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
2. Anak-anak penghafal Al-Qur’an adalah umat Kanjeng Nabi yang harus kita perlakukan dengan baik. Besar-kecilnya kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an tergantung bagaimana kita memperlakukan mereka. Jangan sampai kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an berkurang, bahkan hilang gara-gara sikap dan perkataan kita yang buruk.
3. Bisyaroh tahfiz-tahsin yang diterima buat bapak/ibu mungkin tidak seberapa, tetapi berkah Al-Qur’an yang begitu besar tidak akan habis hingga anak-cucu kita kelak.
4. Pengabdian bapak/ibu kepada Al-Qur’an ini menjadi sebab turunnya rahmat Allah Swt. sehingga keturunan kita nanti dipermudah mempelajari Al-Qur’an dan berhasil menyandang status ahlullah fil ardli.

