ALTSAQAFAH.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah untuk bertemu dengan Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Prof.Dr. K.H. Said Aqil Siroj dan para santri.
Sandiaga Uno yang akrab dipanggil Sandi merasa sangat terhormat bisa bertemu dengan Prof.Dr. K.H. Said Aqil Siroj dan menyebut Kiai Said sebagai sosok guru baginya.
“Abuya Prof.Dr. K.H. Said Aqil Siroj ini guru saya, saya banyak menimba ilmu dari beliau. Mari kita doakan beliau panjang umur, sehat walafiat, selalu dalam lindungan Allah,” kata Sandi yang dikutip ALTSAQAFAH.ID pada Jumat, 10 Juni 2022.
Sandi juga menyapa para santri Pesantren Al-Tsaqafah dengan sebuah pantun yang isinya tentang Candi Borobudur.
Makan gudeg krecek dengan sambal
Ditambah opor ayam makin menggugah selera
Mari kembangkan Borobudur dengan maksimal ekonomi bangkit masyarakat pun sejahtera
Candi Borobudur saat ini tengah viral dan menuai polemik karena harga tiket naik ke candi menjadi Rp750.000 dengan alasan menjaga cagar budaya. Sandi menyampaikan bahwa pemerintah akan menunda dan mengkaji ulang tarif tersebut.
Eks Wakil Gubernur DKI Jakarta itu juga memberikan tips sukses kepada para santri Pesantren Al-Tsaqafah agar menjadi santri yang berakhlakul karimah dan memiliki rezeki yang melimpah. Sandi mengawali tipsnya dengan membaca selawat bersama santri. Berikut tips sukses Sandiaga Uno:
- Gerak cepat (gercep) fast
Fatonah, Amanah, Sidiq, Tablig. - Geber (gerak bersama), mau bersilaturahmi karena Allah menjanjikan dua keutamaan, yaitu panjang umur dan mudah rezeki.
- Gaspol (garap semua potensi)
- Empat AS (Kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, kerja ikhlas)
Selain itu, Sandi menyampaikan bahwa kementeriannya memiliki beberapa program, salah satunya santri digitalpreneur agar santri masuk dalam ekonomi kreatif, belajar 3d, animasi, podcast, menciptakan game, dan lain-lain.
Dalam kesempatan yang sama, Abuya Prof.Dr. K.H. Said Aqil Siroj menyampaikan dua amanah dari Allah Swt. kepada manusia, yaitu pertama bersifat ilahiah (aqidah dan syariah). Kedua, amanah yang bersifat insaniah (tsaqafah dan hadoroh). Kalau dua-duanya tercapai, namanya tamaddun, madinah, madani, mutamaddin. Jadi, negara yang digagas oleh Nabi Muhammad, yaitu Negara Madinah adalah negara yang masyarakatnya cerdas, berilmu, bertakwa, beragama, dan sejahtera. Nabi Muhammad tidak pernah mendeklarasikan Negara Islam atau Negara Arab, tetapi Negara Madinah.
Abuya meminta kepada Sandi untuk memberikan semangat agar para santri Pesantren Al-Tsaqafah mendapatkan bekal ilmu pengetahuan yang cukup, yang nanti akan mengabdi kepada bangsa, negara, dan agama. (sba)

