Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 telah selesai digelar di Madrasah Aliyah (MA) Al-Tsaqafah. Bagi para santri kelas 12, ujian ini menjadi puncak dari persiapan panjang yang sudah mereka lalui. Salah satu santri, Silvya Amjad Zahirah, mengaku soal yang dihadapinya terbilang sulit. Namun, hal tersebut sesuai dengan ekspektasinya.
Amjad menuturkan bahwa persiapan yang diberikan Al-Tsaqafah selama berbulan-bulan menjadi kunci utama yang sangat membantunya dalam menghadapi TKA.
“Persiapan yang saya lakukan pastinya belajar di kelas, dengerin guru, dan ngerjain soal-soal yang ada di buku TKA yang udah disiapin pondok,” ungkapnya. “Selain itu, saya juga ngerangkum beberapa materi. Kalau MTK sama Fisika itu, kayak, nginget-nginget rumus.”
Saat ditanya mengenai pengalaman mengerjakan soal, Amjad merasa tingkat kesulitan soal TKA tidak mengejutkan. Menurutnya, soal-soal latihan yang diberikan guru-guru Al-Tsaqafah memiliki standar yang setara.
“Kita ngerjain latihan soal dari guru itu susah, tapi ternyata pas ngerjain di TKA juga susah. Jadi sesuai ekspektasi,” jelasnya. “Karena udah biasa dikasih yang susah, kita jadi tahu gimana caranya ngejawab, gimana caranya ngerjain.”
Meski demikian, Amjad tetap mengakui ada beberapa mata pelajaran yang dianggapnya sangat menantang.
“Jujur, matematika sama biologi itu yang paling nantang,” katanya sambil tertawa.

Di balik kelancaran yang dirasakan Amjad, panitia internal Al-Tsaqafah bekerja keras menangani sejumlah tantangan teknis. Proktor TKA Al-Tsaqafah, Abdul Gofir, mengonfirmasi bahwa persiapan internal madrasah sudah maksimal.
“Di dalam pelaksanaan, alhamdulillah, lancar semua, mulai dari jaringan, web-nya, dan Exambro juga lancar,” ujar Gofir.
Ia menambahkan, kesiapan internal ini penting karena panitia sempat menghadapi beberapa kendala dari penyelenggara pusat. Gofir mencatat adanya insiden seperti server down saat gladi bersih dan alokasi pengawas yang tidak sesuai dengan jumlah ruangan.
Namun, ia menegaskan bahwa semua tantangan eksternal tersebut dapat diatasi oleh panitia internal sehingga pelaksanaan ujian tetap berjalan kondusif bagi para santri.
Dengan persiapan akademis yang sudah dilakukan serta dukungan pelaksanaan teknis yang solid di Al-Tsaqafah, para santri kini tinggal menanti hasil. Amjad sendiri, mewakili rekan-rekannya, menunjukkan optimisme yang cukup tinggi. “Delapan puluh persen yakin dapat nilai maksimal,” tutupnya.

