Kyai Said Jelaskan Kunci Sukses Santri

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, S. TP., M.T. melakukan silaturrahim dengan pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, MA. pada Selasa (17/11). Aara yang berlangsung di Aula Utama pesantren tersebut juga dihadiri Kepala Pondok, KH. Sofwan Yahya, Kepala Madrasah Aliyah, KH. Idris Sholeh, Dewan Guru dan santri Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah.

Dalam sambutannya, Kiai Said mengungkapkan dua hal penting yang harus dimiliki santri. “Pertama, santri harus memiliki himmah (tekad) besar agar ketika menghadapi rintangan besar akan terasa kecil. Jangan sampai himmah santri kecil, saat tertimpa cobaan kecil malah dianggap sangat besar,” ujar beliau seraya mengutip puisi Al-Mutanabbi.

عَلى قَدرِ أَهلِ العَزمِ تَأتي العَزائِمُ    وَتَأتي عَلى قَدرِ الكِرامِ المَكارِمُ

 وَتَعظُمُ في عَينِ الصَغيرِ صِغارُها    وَتَصغُرُ في عَينِ العَظيمِ العَظائِمُ

Tekad hati menentukan tingkat keberhasilan

Kemurahan hati membuahkan kemuliaan

Bagi orang kecil, hal sepele terasa amat susah

Bagi orang besar, hal berat pun menjadi mudah

“Oleh karena itu, santri Al-Tsaqafah jangan menjadi orang yang kerdil atau orang yang berjiwa kecil, karena orang yang kerdil itu suka minder, gak beranian,” lanjutnya.

 Kiai said juga menambahkan, bahwa kunci seorang santri bisa sukses tidak cukup hanya dengan mengaji saja, tetapi juga kekuatan ruhani. “Kedua, ilmu saja belum cukup, harus dibarengi dengan hidayah atau kekuatan ruhani. Ngaji harus, tapi harus dibarengi dengan tirakat untuk mendapatkan kekuatan ruhani dari Allah, sebagaimana yang terjadi dengan Nabi Adam,” paparnya.

 Sebagaimana diketahui, Nabi Adam merupakan Nabi pertama yang diberikan seluruh ilmu pengetahuan oleh Allah Swt. seperti dalam Surah Al-Baqoroh ayat 31. Karena ilmu pengetahuan inilah seluruh malaikat tunduk kepada Nabi Adam. Namun pada saat itu Nabi Adam belum sepenuhnya memiliki kekuatan ruhani sehingga tergoda oleh ajakan Siti Hawa untuk memakan buah Khuldi.

“Namun setelah itu Nabi Adam dengan sangat lamanya bersungguh-sungguh meminta ampunan kepada Allah, akhirnya mendapatkan ampunan dan sekaligus mendapatkan kekuatan rohaninya, sebagiamana terdokumentasikan pada Surah Al-Baqoroh ayat 37. Jadi, untuk menjadi orang sukses, santri tidak hanya butuh ilmu tapi harus pula memiliki kekuatan ruhani yang kuat,” pungkasnya.

Pewarta: Nizar
Editor: Iman