Raker Amanatkan Tata Kelola Yang Kredibel dan Akuntabel

Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah melangsungkan Rapat Kerja (Raker) tahun ajaran 2021-2022 di aula utama pesantren mulai Selasa sampai Kamis (29-31/12). Raker ini di hadiri oleh seluruh pengurus dan guru sekitar pesantren. Raker merupakan rutinitas tahunan pesantren dengan agenda evaluasi kinerja dan rencana kegiatan selanjutnya.

Pelaksanaan raker ini diselenggarakan dengan memperhatikan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, penggunaan masker, dan penggunaan hand sanitizer untuk tiap-tiap peserta. Hal ini tidak mengurangi rasa semangat peserta dalam mengikuti jalannya raker.

Dalam sambutannya, Biro Jaminan Mutu SDM (Sumber Daya Masyarakat) sekaligus Kepala Madrasah Aliyah Al-Tsaqafah, KH Idris Sholeh, Lc. mengungkapkan efek pandemi yang sangat berdampak pada perjalanan kegiatan dan program pesantren yang kurang maksimal.

“Di Raker ini, kita harus menata kembali pilar-pilar utama Al-Tsaqafah yang sempat menurun akibat pandemi. Pilar-pilar tersebut adalah Tahfizhul Qur’an wa Tahsinihi, Qiroatul Kutub dan Bahasa Asing. Kita sadari pada tahun ini banyak kegiatan dan program yang tidak terlaksana dengan maksimal karena demi menyesuaikan dengan protocol kesehatan,” tegasnya.

Kiai Idris juga berpesan dan berharap kepada semua peserta yang hadir, agar momentum ini menjadi titik balik untuk memupuk semangat baru dalam memaksimalkan keberlangsungan program-program yang sudah dicanangkan, sekalipun pandemi masih berlangsung.

Sementara itu, Kepala Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, KH. Sofwan Yahya Lc., M.Hum, mengungkapkan perlunya tata kelola Pondok yang terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi sehingga dapat menjadikan Al-Tsaqafah menjadi pesantren yang kredibel dalam pelayanan dan akuntabel dalam penyelenggaraan.

“Kredibilitas dan akuntabilitas Al-Tsaqafah hanya bisa dicapai dengan integritas pengurus dan guru dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Dengan itu, perjalanan lembaga dapat diaudit dan dievaluasi kinerja dan capaiannya,” paparnya.

Selain itu, Kiai Sofwan juga mengingatkan seluruh peserta untuk senantiasa menyertakan keikhlasan dalam berkhidmat dan menjalankan tugas demi meraih keberkahan hidup dari Allah Swt.

“Kita tidak harus melulu mengandalkan figur pengasuh untuk menjadikan pesantren ini besar. Oleh karena itu, pelayanan maksimal serta tata kelola lembaga yang terencana dan tertata harus menjadi prioritas utama. Tak lupa saya juga mengingatkan bahwa mari kita niatkan dalam menjalankan tugas guru maupun jabatan ini sebagai khidmah kita, khususnya kepada ilmu dan Maha Pemberi ilmu,” tambahnya.