ALTSAQAFAH.ID – Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Prof.Dr. K.H. Said Aqil Siroj berdialog dengan para seniman Banyuwangi yang digelar di Langgar Art pada Minggu, 18 September 2022.
Di depan para seniman, Kiai Said mengatakan, seni dapat mendekatkan diri kepada Allah Swt.
“Kita bisa menembus hijab kegelapan yang menghalangi antara kita dan Tuhan melalui seni. Walhasil, melalui seni, kita bisa makrifat kepada Allah, tapi seniman yang betul tulus dalam seni,” ujar Kiai Said yang dikutip ALTSAQAFAH.ID dari YouTube BWI1 TV pada Sabtu, 24 September 2022.
Menurut Kiai Said, bagi para seniman yang dilihat tidak ada hal lain, kecuali keindahan, al-fannu jamil wallahu yuhibbul jamaal (seni adalah keindahan, Tuhan mencintai keindahan tersebut).
Dari sinilah, lanjut Kiai Said, melalui seni manusia bisa mendapatkan tathirul qolb wa tazkiyatunnafs (membersihkan diri, membersihkan hati dari nafsu ghodobiyah ‘angkara murka’).
Kiai Said mengatakan, seni dalam Islam disebut fannul jamal (keindahan), bahkan keindahan yang universal. Seniman dapat menggambarkan manifestasi keindahan alam semesta, manifestasi dari kebesaran Tuhan.
“Seorang seniman bisa melihat pohon menjadi indah, sungai menjadi indah, matahari, bulan, bintang, air mengalir jadi indah karena semuanya adalah tajalli min tajalliyatillah (manifestasi dari kebesaran Allah),” kata Kiai Said.
Bahkan, lanjut Kiai Said, ketika mengkritik keadaan pun, kritik melalui seni menjadi indah. Ketika marah, seniman lampiaskan melalui kanvas lukisan, menjadi indah, apalagi ketika mengekspresikan rasa kasih sayang.
Kiai Said berpesan kepada para seniman untuk terus berjuang di jalan seni dalam rangka pengabdian albahtsu ‘anidzat (pencarian jati diri). Seniman menduduki posisi indah di dunia ini, posisi yang penuh dengan cinta kasih sayang.
Pada kesempatan yang sama, para seniman mengajukan pertanyaan kepada Kiai Said.
“Kalau seni bisa mengantarkan kepada Allah, lukisan apa yang tidak disukai Allah?” tanya salah satu seniman di Langgar Art.
Kiai Said mengawali penjelasannya dengan menyebut bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan membawa amanah yang sangat mulia dan berat, dilengkapi dengan sarana yang lengkap berupa nafsu, semangat, kemauan, cita-cita (himmah). Himmah bisa datang melalui tiga hal, yaitu bisikan ilahiah yang memotivasi hal-hal positif (hidayah), khawathir malakutiyah yang memberi ilham atau inspirasi, dan khawathir nafsaniyah yang mendorong melakukan hal-hal memuaskan.
Jadi, jawab Kiai Said, lukisan yang tidak disukai Allah adalah lukisan yang mengundang hal negatif, kesombongan, permusuhan, kebencian. Sebaliknya, lukisan yang baik adalah lukisan yang dapat memotivasi menjadi positif.
Kemudian, Kiai Said mengutip surah al-Balad: 10, wa hadainahun-najdain (sudah ditunjukkan mana baik, mana buruk) dan surah As-Syams: 8, fa al-hamaha fujuraha wa taqwaha (manusia semua diberi pengertian ini baik, ini buruk).
Di akhir acara, Kiai Said mendapat kenang-kenangan berupa lukisan Kiai Said karya salah satu pelukis Banyuwangi. Kemudian, Kiai Said melihat lukisan-lukisan karya seniman Banyuwangi di Langgar Art. (sba)

