ALTSAQAFAH.ID – Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah menyelenggarakan ujian tahfiz pada akhir semester untuk menguji kualitas hafalan santri, melatih tanggung jawab santri dalam menjaga hafalan Al-Qur’an, sekaligus sebagai bahan evaluasi program tahfiz.
Program tahfiz adalah salah satu program unggulan Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, selain kitab kuning dan bahasa asing sehingga ujian tahfiz menjadi salah satu program prioritas.
Baca juga: Nasihat Penting untuk Para Pengajar Al-Qur’an
Kegiatan ujian tahfiz dilaksanakan pada tanggal 28-30 November 2022 di kompleks Pondok Pesantren Luhur Al Tsaqafah.
Peserta ujian tahfiz adalah seluruh santri kelas 8 MTs hingga kelas 12 MA, sedangkan dewan pengujinya adalah para pembina Al-Qur’an dan tim Al-Qur’an yang dianggap mempunyai kompetensi di bidang Al-Qur’an.
Ada dua aspek penilaian dalam kegiatan tahfiz di Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, yaitu afektif dan kognitif. Penilaian afektif diberikan oleh masing-masing pembina Al-Qur’an sebelum ujian tahfiz berdasarkan sikap dan kedisiplinan santri saat mengikuti kegiatan tahfiz setiap harinya, sedangkan penilaian kognitif terbagi menjadi dua:
1. Kuantitas, penilaian berdasarkan capaian kuantitas hafalan santri yang diberikan oleh para penanggung jawab tahfiz.
2. Kualitas, penilaian berdasarkan kualitas hafalan santri saat menjawab soal-soal dari penguji ujian tahfiz.
Adapun kriteria penilaian kualitas meliputi:
a. Makhraj, nilai maksimal 40
b. Tajwid, nilai maksimal 30
c. Kelancaran, nilai maksimal 30
Peserta ujian tahfiz dibagi menjadi beberapa kelompok yang masing-masing terdiri dari 20-an santri sesuai tingkatan. Setiap kelompok diuji oleh dua orang penguji.
Selain ujian tahfiz, para santri juga diajarkan untuk hormat kepada guru atau penguji tahfiz, seperti mencium tangan, berperilaku santun, dan tidak membuat gaduh. (sba)

