ALTSAQAFAH.ID – Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah menjadi tuan rumah seleksi program magang kerja ke Jepang yang diadakan oleh PT Os Selnajaya bekerja sama dengan HISMINU pada Rabu (8/2/2023). Sebanyak 14 peserta yang berasal dari lingkungan pesantren berpartisipasi dalam program ini.
“Tujuan diadakannya kerja sama ini adalah untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) warga nahdliyin,” ujar Ali Rahmat, selaku tim rekrutmen dari HISMINU.
Salah seorang peserta alumnus Pondok Pesantren Al-Tsaqafah, Moh. Syoleh mengatakan, tujuan mengikuti program ini, antara lain ingin mengembangkan kemampuan diri dan mengenal budaya Jepang.
Program ini berlangsung dengan pembukaan oleh Inun Nasuha dari HISMINU. Kemudian dilanjutkan arahan dari perwakilan PT Os Selnajaya, Insan Aksani. Insan menjelaskan akan ada tiga tahap seleksi dalam program ini. Tes tulis, tes fisik, dan wawancara. Tes tulis mencakup kemampuan dasar bahasa Jepang dan matematika dasar, seperti penambahan dan pengurangan, perkalian dan pembagian.
Lebih lanjut Insan menjelaskan, pengumuman peserta lolos akan diumumkan antara satu sampai dua minggu setelah program seleksi ini berlangsung. Peserta yang lolos harus melakukan medical chek up.
Setelah medical chek up, peserta akan mendapatkan pelatihan lanjut selama empat sampai enam bulan. Pelatihan ini difokuskan untuk lima hal: bahasa, budaya, fisik, mental, disiplin, dan skill sesuai bidang yang peserta minati. Setelah pelatihan, peserta akan menghadapi wawancara dengan perusahaan menggunakan bahasa Jepang.
Insan menyarankan hal-hal yang harus dipersiapkan oleh para peserta ketika berangkat ke Jepang adalah mengenal budaya Jepang, di antaranya budaya disiplin dan malu. Disiplin tepat waktu, malu mengganggu orang lain. Peserta juga harus memperhitungkan kondisi cuaca di Jepang, yang pada musim dingin suhu udara bisa mencapai nol, bahkan minus lima derajat.
Insan berharap para peserta bisa menjaga nama baik diri sendiri dan Indonesia dengan cara mematuhi peraturan, baik di kontrak kerja maupun lingkungan sosial. Kedua adalah pengelolaan finansial. Karena ketika seseorang pertama kali memegang uang dalam jumlah besar, dia akan bingung harus bagaimana.
Selain itu, Insan berharap para peserta bisa menjadi inspirasi bagi anak muda di Indonesia. Program ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk anak-anak yang ingin mencari pengalaman di luar negeri, tetapi mendapatkan hambatan finansial.
Reporter: Ali Akbar Kamil

