ALTSAQAFAH.ID – Suatu hari di kelas sepuluh sedang berlangsung pelajaran tentang hukum, seorang guru menjelaskan hukum yang ada di sebuah negara. Ketika guru itu sedang menjelaskan materi, ada dua murid bernama Teddy dan Ferdy sedang berbisik.
“Pada akhirnya hukum ujung-ujungnya duit juga meski sering dibilang oknum,” ucap lirih Teddy kepada Ferdy.
“Ah masa? Asal saja kamu Ted, hukum ya tetap harus ditegakkan dengan benar, tidak ada ujung-ujungnya duit,” tanggap Ferdy.
Kemudian guru tersebut menegur Teddy dan Ferdy. Mereka diberi sebuah pertanyaan, ”Mengapa kalian berisik? Coba kalian jelaskan kembali tentang materi yang sudah saya sampaikan tadi.”
Ferdy pun menjawab pertanyaan guru, ”Iya Pak, masa tadi Teddy bilang pada akhirnya hukum ujung-ujungnya duit meski sering dibilang oknum.” Lalu semua murid yang ada di kelas itu pun tertawa.
Bel pulang pun berbunyi, Ferdy pulang menggunakan motornya, sedangkan Teddy berjalan kaki karena rumahnya dekat. Di pertengahan jalan ada razia kendaraan bermotor, kemudian Ferdy terkena razia.
Ferdy ditanya oleh petugas, ”Selamat siang, boleh saya lihat surat-suratnya?” Lalu Ferdy meraba-raba kantong baju, celana, dan dompetnya.
“Maaf Pak, surat-surat saya ketinggalan,” jawab Ferdy.
“Baik, karena Anda tidak membawa surat-surat, Anda saya tilang, Anda pilih ke pengadilan minggu depan atau bayar di tempat ke saya? Denda 100 ribu. Oya, Anda pakai helm, tapi tidak mengaitkannya, maka dendanya saya tambah 50 ribu.”
Kemudian Ferdy tersenyum dan teringat perkataan Teddy saat belajar tentang hukum di sekolah.
Penulis: Afifah Rahmalia (Kelas 10 IPA 2)

