Buku Biografi 70 Tahun K.H. Said Aqil Siroj: Riwayat Perjalanan Guru Bangsa

ALTSAQAFAH.ID – Said Aqil Siroj (SAS) Institute bekerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar peluncuran dan bedah buku biografi, Kiai Pesantren Membangun Peradaban: 70 Tahun Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus A UNJ, Jakarta (22/02/2024).

Buku ini merupakan karya Sa’dullah Affandy, Direktur Eksekutif SAS Institute, yang juga dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Sosial UNJ.

Buku biografi ini terdiri dari lima bab yang secara umum berkisah tentang perjalanan hidup Prof.Dr. K.H. Said Aqil Siroj yang lahir dari pesantren dan berjuang untuk membangun peradaban.

Bab pertama berisi riwayat hidup, bab kedua mengulas perjuangan dan pemikiran, bab ketiga meneguhkan sikap nasionalisme, bab keempat membangun keindonesiaan, dan bab kelima konsistensi dalam bersikap dan bertindak.

Bedah buku menghadirkan beberapa tokoh sebagai narasumber, yakni Fachry Ali, Prof. Nadirsyah Hosen, dan Prof. Rokhmin Dahuri. Pada kegiatan ini, Wakil Presiden RI, K.H. Ma’ruf Amin memberikan sambutan secara daring.

Rektor UNJ, Prof. Komarudin pada sambutan pembuka mengatakan, Kiai Said adalah sosok teladan bagi generasi ke depan yang mampu menjembatani Islam dan kebangsaan.

“Beliau merupakan jembatan dan teladan dalam memperjuangkan keislaman yang moderat dalam bingkai kebhinekaan NKRI,” kata Prof. Komarudin.

“Buku biografi Prof. Said Aqil Siroj yang ditulis oleh Dr. Sa’dullah Affandy ini menjadi oase pembuka sekaligus petunjuk jalan bagi generasi kedepan, khususnya mengenai Islam Nusantara,” tambah Prof. Komarudin.

Dalam kesempatan yang sama, Prof.Dr. K.H. Said Aqil Siroj mengatakan bahwa kehadiran buku biografi ini sebagai catatan perjalanan hidup yang semoga dapat diambil manfaatnya oleh banyak orang.

“Semata-mata hanya sekadar catatan perjalanan hidup saya yang penuh liku, baik yang sukses maupun yang tidak,” ujar Kiai Said.

“Dari buku ini, semoga ada yang bisa diambil manfaat dan hikmahnya untuk menjadi pelajaran para pembaca, khususnya anak-cucu saya dan santri-santri saya sendiri,” ungkapnya.

Tokoh teladan yang akrab dipanggil Buya oleh para santrinya di Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah ini bukan hanya tokoh ulama yang dimiliki warga nahdliyyin, melainkan juga dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Pengabdian dan perjuangannya untuk bangsa ini tak perlu diragukan lagi. Sosok kiai pecinta ilmu, penulis, pembaca kitab dan buku, serta berwawasan luas ini tak lelah memberikan teladan bagi masyarakat dan berani di garda terdepan dalam mengkritik atau menasihati pemerintah jika kebijakannya dinilai mencederai rakyat.

Sa’dullah Affandy mengatakan, sangat banyak sumbangsih pemikiran Kang Said untuk bangsa ini.

“Sumbangsih pemikirannya untuk bangsa ini tak terbilang, mulai dari masalah nasionalisme berkeadilan, Islam yang toleran, dan damai, pendidikan yang maju dan berperikemanusiaan, hingga humanisme universal,” ungkapnya.

“Semua itu adalah cerminan dari ide-ide pokok Kang Said yang tertuang dalam konsep Islam Nusantara. Selaku penulis, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu terbitnya buku ini, di antaranya Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ, semoga buku ini bermanfaat dan memberikan pencerahan kepada pembacanya. Amin,” tutup Sa’dullah Affandy.

media@altsaqafah.id   Postingan Lainnya