Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah menerima kunjungan silaturahmi Kepala Pendeta Kuil Miidera Jepang, Toshihiko Fuke, beserta Ketua Sakuranesia, Ijuin Tomomi Sakura, pada Rabu (15/07/2026). Bertempat di Auditorium Al-Tsaqafah, acara ini mengusung dialog lintas agama guna meningkatkan nilai kebersamaan dan kedamaian di tengah keberagaman.
Kepala Pendeta Kuil Miidera, Toshihiko Fuke, mengungkapkan keinginannya untuk membangun pemahaman yang lebih baik antara umat Buddha dan Islam.
“Kita belum sangat mengenal satu sama lain. Jadi dengan kesempatan ini, saya ingin Anda tahu agama Buddha itu seperti apa, dan saya juga ingin tahu Islam itu seperti apa, agar kita saling mengenal,” ujarnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj, menyambut hangat niat baik tersebut. Beliau turut membagikan pengalaman pribadinya saat berkunjung ke negeri sakura tersebut.
“Bulan Maret kemarin, saya dengan ibu diundang ke sana, berdialog di Kuil Miidera dan saya dihormati luar biasa,” ungkap Kiai Said.

Di hadapan para santri, Kiai Said menjadikan bangsa Jepang sebagai contoh nyata kemajuan teknologi yang tidak menggerus identitas bangsa. Beliau membandingkannya dengan fenomena kebarat-baratan yang masih sering menjangkiti masyarakat Indonesia.
“Kita coba lihat orang Jepang. Walaupun teknologinya maju, tetapi mereka tetap kuat memegang budaya. Pakaian, lagu-lagu, tari-tarian, tetap asli Jepang. Kita, orang Indonesia, enggak. Supaya terlihat modern, kita niru barat. Enggak mau lagu Indonesia. Lagunya kalau ingin modern, lagu barat. Ya, supaya dianggap modern, niru,” tegas Kiai Said.
Dialog lintas agama yang dihadiri oleh seluruh santri dan dewan guru ini diprakarsai oleh pihak Kuil Miidera. Indonesia dipilih sebagai lokasi pertemuan karena identitasnya sebagai negara berpenduduk muslim terbesar yang mampu hidup rukun berdampingan dengan pemeluk agama lain, termasuk umat Buddha.
Pertemuan ini membawa pesan penting bahwa meski setiap agama memiliki tradisi berdoa yang berbeda, semuanya bermuara pada satu tujuan, yaitu kebaikan hidup bersama.

