Al-Tsaqafah Juara Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Se-Jabodetabek

ALTSAQAFAH.ID – Santri Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah berhasil meraih tiga juara dalam ajang Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) se-Jabodetabek dalam rangka Hari Santri Nasional 2024 di Ponpes Al-Hidayah, Rawadenok, Depok pada Minggu (20/10/2024).

Menurut Dzul Fahmi, Koordinator Bidang Kitab Al-Tsaqafah, para santri yang diutus merupakan hasil dari seleksi internal yang ketat. Selain itu, mereka juga diberi bimbingan intensif setiap malam.

“Undangan itu sudah sejak September. Untuk mengirimkan delegasi kita melakukan seleksi internal dulu, untuk menentukan siapa santri yang layak untuk mewakili Al-Tsaqafah. Setelah seleksi, masing-masing santri kita fasilitasi satu orang pembimbing,” ujarnya.

Tiga delegasi yang berhasil menjuarai Musabaqah Qira’atil Kutub tersebut, yaitu Gema Takbir (Juara 2 Safinatunnaja, Marhalah Ula), Najuba Uzuma (Juara 1 Riyadul Badi’ah, Marhalah Wustho), dan Fanisa Luthfiyana Medi (Juara 1 Imrithy, Marhalah Ulya).

Gema Takbir, salah satu juara, merasa senang karena usaha yang dilakukan selama ini membuahkan hasil yang diinginkan.

“Saya bimbingan setiap malam bersama Bapak Panjat Anarki Sulintang. Tiga halaman setiap malam sampai khatam. Tapi, di luar itu, saya tetap latihan agar ketika bimbingan bersama Pak Panjat, saya sudah lancar. Jadi, biar yang dikomentari Pak Panjat itu tidak terlalu banyak,” jelas Gema.

Selain bimbingan, Gema juga merasa bahwa sosok ibu yang datang melihatnya saat lomba menjadi faktor kunci keberhasilannya.

“Saat duduk di bangku penampilan, saya jadi merasa bahwa saya harus tampil maksimal karena ibu saya memerhatikan saya,” ujarnya.

Juara lain, Najuba Uzuma, mengungkapkan hal yang berbeda. Ia merasa bahwa menang-kalah adalah hal yang lumrah, jadi ia memasrahkan hasil kepada Allah Swt.

“Menang kalah pun saya terima sebenarnya. Saya senang ikut serta dalam MQK karena bisa semakin melatih diri dan menambah relasi dengan teman-teman dari pondok lain. Tapi, alhamdulillah saya juara,” ujar Najuba.

Izzul Insani, pembimbing Najuba, membagikan rahasia keberhasilan santri yang dibimbingnya tersebut, yaitu dengan konsisten dan membaca surat Al-Insyirah.

“Saya menekankan konsistensi dalam latihan. Selain itu, saya juga selalu menganjurkan kepada anak-anak, setiap mau lomba harus baca surat Al-Insyirah. Itu juga ijazah dari salah satu guru saya,” tutup Izzul.

Elang Damarjati, santri yang turut menjadi delegasi, mengungkapkan bahwa ia mempelajari banyak hal dari pengalaman pertamanya dalam MQK ini.

“Saya belajar banyak dari pengalaman pertama ini. Waktu belum tampil, saya merasa bisa dan sok tahu. Tapi, pas giliran saya tiba, saya gemeteran, kayak ada yang gemeterin saya,” tutur Elang.

Meskipun tidak semua delegasi Al-Tsaqafah mendapatkan juara, tampil di pentas se-Jabodetabek merupakan pengalaman yang sangat berharga dan dapat menjadi contoh untuk santri lainnya.

“Untuk yang menang, disyukuri. Tapi, ini bukan akhir dari pencapaian. Untuk yang kalah, ingat perlombaan bukan melulu soal juara, tapi juga belajar dari prosesnya. Anda jadi memiliki jam terbang dan persiapan yang lebih baik untuk lomba selanjutnya,” ujar Dzul Fahmi memberikan pesan kepada para delegasi Al-Tsaqafah.

 

Reporter: Faiz Fajar (11 IPS 1)

media@altsaqafah.id   Postingan Lainnya